Home GaleriMuktamar NU  KE-35 Pesantren  BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS : Sebuah Pilihan Yang Berakar  Pada Sejarah 

Muktamar NU  KE-35 Pesantren  BAHRUL ULUM TAMBAKBERAS : Sebuah Pilihan Yang Berakar  Pada Sejarah 

by sabda news

Oleh : Jaroddin (Ketua PC. LPPNU Gresik)

SabdaNews.com- Apabila salah satu pertimbangan penetapan lokasi Muktamar Nahdlatul Ulama adalah nilai kesejarahan organisasi, maka Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, merupakan pilihan yang sangat tepat dan memiliki legitimasi historis yang kuat. Jombang merupakan salah satu pusat lahirnya Nahdlatul Ulama. Di daerah ini berdiri dua pesantren yang menjadi poros utama sejarah NU, yakni Pesantren Tebuireng yang diasuh Hadhratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari dan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang menjadi pusat perjuangan KH Abdul Wahab Hasbullah.

Dari kedua tokoh inilah lahir perpaduan kepemimpinan ulama, kekuatan pemikiran, dan strategi organisasi yang kemudian melahirkan Nahdlatul Ulama pada 16 Rajab 1344 H atau 31 Januari 1926.  Dalam perjalanan sejarah tersebut, KH Abdul Wahab Hasbullah tampil sebagai penggerak, konseptor, sekaligus organisator yang membangun fondasi perjuangan sebelum NU berdiri.

Beliau mendirikan ;
– Nahdlatul Wathan (1916) untuk membangkitkan pendidikan dan nasionalisme di kalangan santri.
– Nahdlatut Tujjar (1918) sebagai gerakan pemberdayaan ekonomi umat,
– Tashwirul Afkar (1919) sebagai forum intelektual ulama dan kaum muda dalam membahas persoalan keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan.
– Puncaknya adalah pembentukan Komite Hijaz pada tahun 1926. Dengan restu Hadhratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah memimpin upaya memperjuangkan aspirasi ulama Nusantara kepada Raja Saudi agar kebebasan menjalankan ajaran empat mazhab Ahlussunnah wal Jamaah tetap terjamin serta situs-situs bersejarah Islam tetap dihormati. Momentum inilah yang kemudian mendorong lahirnya Nahdlatul Ulama sebagai wadah perjuangan ulama Ahlussunnah wal Jamaah.

Setelah NU berdiri, KH Wahab Hasbullah terus mengabdikan diri untuk membesarkan organisasi. Beliau mengonsolidasikan kepengurusan NU di berbagai daerah, mengembangkan kaderisasi yang kemudian melahirkan Gerakan Pemuda Ansor serta aktif mengobarkan semangat kebangsaan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.   Bersama Hadhratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari dan para ulama lainnya, beliau juga berperan dalam perjuangan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang menjadi salah satu tonggak penting perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah wafatnya Hadhratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, beliau dipercaya mengemban amanah sebagai Rais ‘Aam PBNU dan memimpin NU melewati masa revolusi hingga awal pembangunan bangsa.  Dengan rekam jejak sejarah tersebut, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas bukan hanya menjadi saksi perjalanan KH Abdul Wahab Hasbullah, tetapi juga merupakan salah satu pusat lahirnya gagasan, konsolidasi, dan gerakan Nahdlatul Ulama.

Oleh karena itu, apabila aspek kesejarahan menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi Muktamar Nahdlatul Ulama, maka penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas merupakan pilihan yang tidak hanya tepat secara geografis, tetapi juga memiliki makna historis, simbolis, dan ideologis yang sangat kuat.

Muktamar di Tambakberas akan menjadi bentuk penghormatan terhadap mata rantai sejarah perjuangan para muassis, sekaligus mengingatkan kembali bahwa NU dibangun di atas perpaduan ilmu, perjuangan, persatuan ulama, dan pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara.  Jangan lupa bahagia  Berorganisasi dengan bahagia  Ber-NU dengan bahagia  BerMuktamar dengan bahagia (Syafik Hoo/Red)

You may also like

Leave a Comment