GRESIK, SabdaNews.com- Penillaian Sumatif Akhir Jenjang atau yang disingkat dengan PSAJ adalah sebuah evaluasi akhir yang dalam proses pembelajaran peserta didik akhir di kelas VI SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik Jawa Timur. masing-masing jenjang. Sebagai bagian dari asesmen akhir pembelajaran di SD Almadany, sebanyak lima puluh dua murid kelas VI angkatan 3 SD Alam ini melaksanakan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan ini menjadi salah satu dasar dalam menentukan kelulusan murid sekaligus mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah dilaksanakan di sekolah.
Pelaksanaan PSAJ terdiri dari beberapa bentuk penilaian, yaitu Asesmen Praktik maupun Asesmen Tulis. Asesmen praktik telah dilaksanakan (9/2 dan 2-6/3/2026) meliputi mata pelajaran PJOK, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPAS, Pendidikan Kemuhammadiyahan, Al-Islam, Bahasa Jawa, Praktik Ibadah, Teknologi (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dan Seni Budaya.
Dan mulai Senin – Kamis (6-9/4/2026) ini dilaksanakan tes tulis dengan mata ujian yang diampu murid di kelas VI. Berbeda dengan Asesmen sebelumnya, di PSAJ ini pengawas ruang terdiri dari dua guru dari jenjang yang berbeda. Untuk meningkatkan konsentrasi dan kecermatan siswa satu lantai hanya diperuntukkan untuk kegiatan ini. Disiapkan dua ruang asesmen, 1 ruang pengawas / secretariat, dan 1 ruang transit untuk siswa kelas VI. Sedangkan siswa kelas I-V libur secara bergantian.
Kepala SD Almadany Lilik Isnawati,S.Pd.,M.Pd. berharap siswa dapat memperoleh nilai maksimal sesuai kemampuan masing-masing, “melalui kegiatan PSAJ ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran capaian kompetensi murid serta menjadi bahan evaluasi dan refleksi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SD Almadany” Ujarnya.
PSAJ bukan sekadar evaluasi akhir, melainkan sebuah gerbang pembuktian atas dedikasi dan kerja keras siswa selama enam tahun menimba ilmu di bangku sekolah dasar. Melalui momen ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menunjukkan karakter integritas dan kemandirian. Seiring dengan ungkapan Filusuf Aristoles yang mengatakan akar pendidikan memang pahit, tetapi buahnya manis. ( Kontributor Mahfudz Efendi/Red)
