GRESIK,SabdaNews.com- Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surah At-Tahrim mengalun khidmat dari lisan ananda Alfath Atharrayhan Santia dan Jundulloh Izzudin Hartono di hadapan KH. Farid Dhofir, kedua orang tua, para asatidzah, serta seluruh santri Pondok Pesantren Refah Islami.
Setoran akhir yang menjadi penutup perjalanan hafalan 30 juz ini tak hanya menjadi momen pencapaian, namun juga menghadirkan haru yang mendalam. Air mata ayah dan ibu tak terbendung, menyaksikan buah hati mereka menuntaskan kalamullah.
Dilanjutkan dengan lantunan Ummul Qur’an, sujud syukur, dan gema takbir yang menggetarkan hati—menjadi saksi bahwa perjuangan panjang itu akhirnya sampai pada titik keberkahan. Suasana semakin syahdu dengan doa dan senandung Al-Qur’an dari para santri yang menyimak, menambah rasa khidmat, sendu, dan merinding.
Rangkaian acara pun berlanjut dengan sambutan dari wali santri, serta taujih penuh hikmah dari KH. Farid Dhofir, Lc.,M.Si yang meneguhkan makna perjuangan dalam menjaga kalamullah.
“Barakallah untuk para hafidz! Semoga hafalan ini menjadi cahaya dunia dan akhirat, serta membawa keberkahan bagi keluarga, pesantren, dan umat,” ucap Kyai Farid sapaan akrabnya, Kamis (9/4/2026). (lim/Red)
