Sejumlah Wilayah di Jatim Berpotensi Kekeringan, Gubernur Khofifah Pastikan BPBD Jatim Siaga dan Siap Dropping Air Bersih

oleh -333 Dilihat

Imbau Stakeholder Terkait Bangun Langkah Kewaspadaan Antisipasi Bencana di Musim Kemarau

SabdaNews.com – Memasuki musim kemarau, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawanaa mengimbau kewaspadaan terhadap bencana kekeringan.

Sebagaimana diketahui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyebutkan bahwa musim kemarau 2023 di Jatim diperkirakan terjadi pada Mei hingga September 2023.

Sedangkan puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi di bulan Agustus 2023 dan akhir Juli 2023 bagi sebagian wilayah di Jatim.

“Pekan lalu kita sudah melakukan apel Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di Kaliandra Resort, Pasuruan. Namun yang juga kita harus waspadai berikutnya adalah potensi bencana kekeringan,” kata Gubernur Khofifah, Selasa (13/6/2023).

Langkah ini menjadi penting mengingat Inarisk-BNPB menyebutkan bahwa Jatim memiliki tingkat bahaya kekeringan yang cukup tinggi. Pasalnya, kekeringan di Jatim Tahun ini berpotensi terjadi di 27 kabupaten/kota terdiri dari 1.617 dusun, 844 desa/kelurahan dan 221 Kecamatan.

Estimasi penduduk terdampak dari kekeringan di Jatim Tahun 2023 sebanyak 1.6664.433 jiwa/655.277 KK. Sebanyak 844 desa/kelurahan terbagi dalam 500 kering kritis, 253 kering langka dan 91 kering langka terbatas.

Khofifah menambahkan, bahwa tim gabungan dari BNPB, BPBD, sinergi Pemkab dan Pemkot, serta komunitas relawan telah disinergikan guna memaksimalkan upaya pencegahan maupun penanggulangan bencana kekeringan.

“Melihat penurunan dari kasus Karhutla, kita optimis bahwa kekeringan di Jatim akan bisa ditanggulangi dengan baik. Tentunya dengan gabungan dari BNBP, BPDB, Pemda, dan para relawan,” tegasnya.

Baca Juga:  Jelang Musim Penghujan, Gubernur Khofifah Lakukan Mitigasi Kesiapsiagaan Bencana Banjir Lewat Aksi Bersih-Bersih Sungai

Tak hanya itu, BPBD Jatim juga sejauh ini telah melaksanakan Dropping Air Bersih ke beberapa Desa Terdampak di Jatim, melalui anggaran APBD Jatim. Pemberian bantuan berupa Tandon dan Jerigen telah dilakukan 38 daerah dengan rincian sebanyak 350 buah Tandon dan 10.000 buah Jerigen.

Lebih lanjut, pengiriman air bersih saat ininantara lain telah dilakukan di Kabupaten Situbondo pada 24 Mei 2023 lalu. Pengiriman Air bersih PDAM dilakukan ke lokasi wilayah yang terdampak kekurangan air bersih akibat mesin pompa bor (Sibel) rusak sehingga air tidak dapat mengalir ke rumah warga. Lokasi pengiriman yaitu di Kampung Polay Desa Jatisari, Kecamatan Arjasa.

Selain itu, saat ini juga sedang berlangsung pengiriman air bersih ke Kabupaten Blitar. Pengiriman Air bersih PDAM ini dilakukan akibat adanya kekurangan air bersih imbas kerusakan saluran air di hulu Sungai Lekso di Desa Tangkil Kecamatan Mlingi.

“Kita akan terus melakukan mitigasi dan penanganan untuk bencana-bencana di musim kemarau ini, baik antisipasi kebakaran hutan dan lahan maupun kekeringan. Mohon semuanya saling mawas diri dan meningkatkaan kewaspadaan,” pungkas Gubernur Khofifah.(pun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.