Ketua Pergunu Gresik Melatih Mahasiswa STAIDA Menjadi Guru Yang Inovatif dan Inspiratif

oleh -355 Dilihat

GRESIK, SabdaNews.com- Proses pembelajaran itu harus bisa menyenangkan, dalam proses belajar mengajar akan lebih efektif bila dilakukan dalam situasi yang menyenankan baik bagi peserta dan gurunya.

Dari situlah  STAIDA Gresik memyelenggarakan workshop dengan mengusung tema “Menjadi Guru yang inspiratif dan inovatif”. Worshop tersebut dilaksanakn di Aula STAIDA Gresik dengan melibatkan seluruh Mahasiswa yang akan melaksanakan PPL 2, Workshop dilaksanakan hari Ahad, 16 Januari 2023

Dr. Syifaul Qulub,S.Ag.M.EI ketua STAIDA Gresik mengatakan ada beberapa catatan yang mengundang keprihatinan di era tranformasi digital, saat mengalami disharmonisasi penyelenggaraan kependidikan antara lembaga pendidikan dalam hal ini adalah Guru dan komponen masyarakat lainnya,  yang dipicu oleh kesalapahaman.

Karena kekesalan sehingga muncul diksi yang diluar kebiasaan, “kepandaian tidak hanya bergantung pada peran Guru, dan dapat dipelajari secara mandiri di era sekarang”, namun peran dan tugas guru tidak hanya sekedar tranfer knowlege, sejenak  perlu mereflksikan

Makna di balik pesan wahyu pertama disampaikan tentu melalui peran malaikat jibril yang berusaha membelajarkan pada Nabi Muhammad SAW. Uhtuk membaca. konfigurasi ini menandakan peran guru sangat penting yang tidak  hanya menajamkan pengetahuan tapi menjadikan lebih mengerti yang berakibat pada perubahan sikap yang lebih baik dan terpuji .

Menjadi seorang guru tentunya tidak mudah apalagi menjadi guru yang kreatif dan inovatif di era digital. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guru dituntut untuk lebih menguasai informasi dan kreatif dalam menyampaikan materi pelajaran. Seorang guru harus memiliki keterampilan untuk dapat menarik perhatian siswa, guru harus terampil kreatif dan inovatif.

Baca Juga:  Subhanallah, Pesantren Refah Islami Kembali Cetak Hafiz Al-Qur’an ke 51 dan 52

Dengan hadirnya para guru yang kreatif dan inovatif dalam pengajaran tentunya akan membuat pembelajaran semakin maju, menarik, menyenangkan sesuai yang dibutuhkan para siswanya. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menarik minat belajar siswa yaitu dengan senantiasa berinovasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran tidak monoton dan lebih menarik perhatian siswa. Oleh karena itu, menjadi guru yang inovatif merupakan hal penting yang harus ada dalam diri seorang guru”tuturnya.

Cak Afuq sapaan akrabnya worshop ini sangat penting untuk persiapan dan pembekalan PPL  mahasiswa,” Alhamdulillah semoga workshop ini bisa dijadikan bekal dan ilmu untuk mahasiswa sehingga ditempat lokasi PPL nanti mahasiswa benar benar siap mengajar dan Faham akan IKM, beliau juga berpesan jadilah pendidik yang berkompeten dan berkarakter karena setiap madrasah atau sekolah tempat PPL 2 mempunyai karakter dan statemen berbeda beda dan kita tentu harus mempunyai solusi untuk mengahadapinya,” guru yang inspiratif dan inovatif akan mudah menguasai sosial media dan internet dan menguasai publik kota,” pungkas cak Afuq

Sementara itu narasumber workshop pak Syamsul Anam Mpd yang juga ketua Pergunu Kabupaten Gresik. Menyampaikan hasil workshop antara lain :

  1. indikator menjadi guru yang inspiratif, inovatif, dan kreatif dimasa yang serba canggih dimana ada banyak peran guru yang seakan akan digantikan tehnologi, sebagai calon guru yang berediologi aswaja Annahdliyah kita tidak boleh meninggalkan metode ala Muassis NU yang dipadukan dengan metode terkini.
  2. Pemahaman tentang Kurikulum merdeka yang digalakkan sekarang ini baik oleh kemendikbudristek maupun Kemenag sebagai bekal mahasiswa PPL , karena ditempat PPL nanti akan di tanya tentang IKM. Cukup banyak yang saya sampaiKan sebagai pemahaman awal, terutama tentang KOSP, CP, Modul Ajar Dll.” Insyallah para mahasiswa bisa memahami karena saya sertakan contoh yang sudah jadi,” katanya
  3. Pemahaman tentang kokurikuler dalam kurikulum merdeka yang diaplikasikan dalam projek penguatan profil pelajar pancasila dengan dimensi dan temanya serta aplikasi dalam pembajaran,” saya berharap ini bisa di aplikasi oleh mahasiswa calon pendidik di tempat lokasi PPL,” pungkas pak Syamsul Anam penuh semangat. (Syafik Hoo/Red)
Baca Juga:  4 Tahun Berturut-Turut Jatim Jadi Provinsi dengan Siswa Terbanyak Diterima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Tanpa Tes 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.