GRESIK, SabdaNews.com – Komitmen meningkatkan kualitas pendidikan di era transformasi digital terus ditunjukkan K3S Dinas Pendidikan Kecamatan Dukun bersama KKG KKA Kecamatan Dukun melalui kegiatan Pengimbasan dan Pelatihan KODING serta Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang dipusatkan di UPT SD Negeri 274 Gresik, Rabu (9/7/2026). Kegiatan yang diikuti guru kelas V dan VI dari seluruh sekolah dasar di Kecamatan Dukun ini menghadirkan Dr. H. Sunikan, S.Kom., M.Pd., Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar Dispendik Kabupaten Gresik dan Bapak Khoirul Hakim, S.Pd.I., M.Pd.I., Pengawas SD Kecamatan Dukun sebagai Keynote Speaker.
Adapun Nara Sumber Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artificial ini Ibu RIni Zuana, S.Pd., Guru UPT SD Negeri 283 Gresik, Ibu Nurohmawati, S.Pd., Guru UPT SD Negeri 280 Gresik, Bapak Verdi Fachrudin, S.Pd., Guru UPT SD Negeri 285 Gresik, Ibu Imro’atun Mufidah, S.Pd.,Guru SD Negeri 275 Gresik dan dibantu bapak/ibu yang telah mengikuti pelatihan KKA. Acara diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dipandu Ahmad Zaini, S.Pd., guru UPT SD Negeri 282 Gresik. Selanjutnya, Ketua K3S Dispendik Kecamatan Dukun, Salman Al-Farisi, S.Pd., Kepala UPT SD Negeri 275 Gresik dan mewakili panitia yang diketuai Hj. Usyrotin, S.Ag., Kepala UPT SD Negeri 285 Gresik, mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kompetensi profesional guru.
“Perubahan dunia pendidikan menuntut guru terus belajar dan beradaptasi. Melalui kegiatan ini kami berharap guru mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi,” ujarnya. Dalam pemaparannya, Dr. H. Sunikan mengungkapkan bahwa saat ini Kabupaten Gresik telah memiliki dua sekolah dasar yang menjadi model sekolah percontohan, yaitu SD Muhammadiyah GKB Gresik dan SD Muhammadiyah Manyar. Menurutnya, Kecamatan Dukun memiliki peluang besar untuk melahirkan sekolah model berikutnya.
“Insya Allah Kecamatan Dukun mampu menjadi sekolah model. Minimal berada pada kategori sekolah berkembang. Hal tersebut sangat ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah, semangat guru, serta dukungan seluruh stakeholder dalam memajukan satuan pendidikan,” tuturnya. Beliau juga menegaskan bahwa penguasaan KODING dan Kecerdasan Artifisial bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan menjadi bekal penting dalam membentuk peserta didik yang kreatif, kritis, inovatif, serta memiliki kemampuan memecahkan masalah di masa depan.”ungkap Bapak Kabid DR.H.Sunikan, S.Kom. M.Pd.
Sementara itu, Khoirul Hakim, S.Pd.I., M.Pd.I. memberikan apresiasi kepada K3S dan KKG KKA Kecamatan Dukun yang mampu menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi guru di tengah masa liburan sekolah. “Kegiatan ini menjadi pemantik kemajuan pendidikan di Kabupaten Gresik dan layak menjadi contoh bagi kecamatan lain.
Saya mengapresiasi kepada Ketua K3S beserta seluruh kepala sekolah dan guru yang tetap bersemangat meningkatkan kompetensi demi kemajuan pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dunia pendidikan saat ini berada dalam era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang menuntut pendidik selalu adaptif terhadap perubahan. Menurutnya, kepala sekolah dan guru harus memiliki kemampuan berpikir visioner, menguasai teknologi, serta terus meningkatkan kompetensi profesional.”ungkapnya
Lebih lanjut, Beliau menyampaikan bahwa pembelajaran ke depan akan semakin menekankan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dan Project-Based Learning (PjBL). Karena itu, setiap pendidik perlu memiliki tiga bekal utama, yakni Mindset, Toolset, dan Skillset sebagai fondasi dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas.” Ungkap Pengawas SD Kecamatan Dukun.
Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan pola In–On–In. Hari pertama (9 Juli 2026) berupa pelatihan tatap muka (In) di UPT SD Negeri 274 Gresik. Hari kedua (10 Juli 2026) peserta mengimplementasikan materi di sekolah masing-masing (On). Selanjutnya, hari ketiga (11 Juli 2026) kembali dilaksanakan sesi In sebagai refleksi dan penguatan hasil implementasi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan KODING dan Pembelajaran Mendalam (PM) yang sebelumnya diikuti sekolah-sekolah penerima BOS Kinerja. Dalam pengimbasan ini, setiap sekolah mengirimkan guru kelas V dan VI untuk memperoleh materi dari guru-guru yang telah mengikuti pelatihan resmi, sehingga transfer pengetahuan dapat berlangsung secara sistematis dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan KODING, Kecerdasan Artifisial, dan Pembelajaran Mendalam secara optimal pada Tahun Ajaran 2026/2027 sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna, inovatif, serta mampu membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21. Sejak awal hingga akhir kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Diskusi berlangsung aktif, penuh semangat kolaborasi, serta menunjukkan komitmen kuat guru-guru Kecamatan Dukun untuk terus belajar, berinovasi, dan menghadirkan pendidikan yang lebih maju.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Mushlikh, S.Pd., Kepala UPT SD Negeri 273 Gresik, sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Semangat yang terbangun dalam pelatihan ini menjadi bukti bahwa guru-guru Kecamatan Dukun siap menjadi pelopor transformasi pendidikan. Dengan kolaborasi, inovasi, dan penguasaan teknologi, mereka optimistis mampu mencetak generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
(Mushlikh/Red)
