Home PEREKONOMIANBUMD Keuangan dan Jamkrida Jatim Mendukung Program MBG dan KDMP Lewat Pinjaman Kredit

BUMD Keuangan dan Jamkrida Jatim Mendukung Program MBG dan KDMP Lewat Pinjaman Kredit

by sabda news

SabdaNews.com – BUMD Keuangan bersama PT Jamkrida Jatim meneguhkan komitmennya mendukung berbagai program prioritas nasional pemerintahan Prabowo-Gibran, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan cara memberikan bantuan pembiayaan (kredit) kepada pemilik dan suplayer SPPG, suplayer SPPG maupun kontraktor pembangunan KDMP.

Bahkan PT Jamkrida Jatim juga sudah menjadi penjamin beberapa pemilik SPPG maupun suplayer SPPG yang mengajukan kredit ke BPR Jombang dan Bank Jatim.

“Kalau untuk KDMP, sesuai intruksi pemerintah pusat dihandel Bank Himbara karena pengembaliannya melalui Dana Desa. Jadi kami hanya menunggu skema dari pusat kalau bank daerah juga dilibatkan, tentu Jamkrida Jatim siap juga menjadi penjamin,” ujar Direktur Utama PT Jamkrida Jatim, Untung Heri Sukariyanto saat mengikuti diskusi publik dengan tema ‘Sinergi BUMD Jelang Penyertaan Modal PT Jamkrida Jatim’ di ruang Banmus DPRD Jatim, Senin (30/6/2026).

Diakui Untung, pihaknya sudah menyiapkan ekspansi usaha untuk penambahan modal PT Jamkrida Jatim sebesar Rp.100 miliar dari Pemprov Jatim. Diantara sektor usaha yang menjadi prioritas penjaminan kredit adalah sektor pertanian dan sektor industri pengolahan masing-masing memperoleh porsi sekitar 35 persen. Sektor perkebunan dan peternakan 10 persen serta sektor perdagangan dan jasa dialokasikan sekitar 15 persen.

“Sektor-sektor itu merupakan unggulan Jawa Timur. Dengan tambahan penyertaan modal ini, kapasitas penjaminan kami akan semakin besar sehingga lebih banyak pelaku usaha yang bisa memperoleh akses pembiayaan perbankan,” bebernya.

Untuk memperluas layanan, PT Jamkrida Jatim juga terus memperkuat sinergi dengan lembaga keuangan di daerah. Saat ini perusahaan telah bekerja sama dengan 25 BPR milik pemerintah kabupaten/kota di Jatim. 21 BPR Swasta di Jatim, Bank UMKM Jatim dan Bank Jatim, serta bekerjasama dengan BRI untuk bank garansi.

“Kami juga menjajaki kerjasama dengan Bank Mandiri yang masih dalam penyelasan data. InsyaAllah dalam waktu dekat akan segera MoU,” ungkap Untung.

Senada, assistant vice president Investor Relations Bank Jatim, Derry Widya Ariyanto mengatakan beberapa cabang Bank Jatim telah memberikan kredit yang diajukan suplayer SPPG sehingga secara tidak langsung ikut mendukung suksesnya program MBD di Jatim.

“Bank Jatim tidak ada skim khusus untuk program MBG sehingga pembiayaan (kredit) yang diberikan sesuai dengan segmen yang ada yaitu consumer loan dan non consumer loan,” jelasnya

Derry mengakui program KDMP itu menjadi domain Bank Himbara karena sifatnya penugasan dari pemerintah pusat untuk mendukung Agrinas, sehingga Bank Jatim belum berpikir ke arah sana.

“Kalau ada turunan atau usulan bisa dibiayai BPD tentu Bank Jatim juga siap mendukung program KDMP,” dalihnya.

Masih di tempat yang sama, Direktur Pemasaran Bank UMKM Jatim Agung mengaku tidak memberikan kredit kepada SPPG secara langsung. Namun ada beberapa pengusaha rumah makan dan catering yang debitur Bank UMKM mengenbangkan usahanya menjadi SPPG maupun suplayer SPPG.

“Jadi pinjaman yang diberikan Bank UMKM itu untuk antisisapi supaya usaha SPPG mereka tidak wanprestasi” terangnya.

Sementara untuk program KDMP, lanjut Untung ada salah satu kontraktor yang mendapat pekerjaan membangun fisik KDMP hingga 10 titik kekurangan modal dan mengajukan pinjaman untuk menyelesaikan 8 bangunan KDMP yang belum tuntas.

“Pinjaman yang kami berikan itu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bangunan dengan time line 3 bulan selesai pembangunannya,” beber Untung. (pun)

You may also like

Leave a Comment