GRESIK, SabdaNews.com- Selasa (18/8/2026) di antara riuh rendah suara suporter class meeting memperingati Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia terdengar suara khas dari anak-anak yang setahun lalu masih menjadi murid SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik Jawa Timur. “ustaz… ” Suara yang masih teringat di telingaku dari Irish Qoirina Putri Maulana.
Kuhampiri dirinya di tangga masuk ke SMP Muhammadiyah 4 Gresik (Spemupat) dia menyalami dan sedikit bercerita jika Senin kemarin dirinya dan beberapa murid ke SD Almadany dan tidak bertemu. “ya kemarin, sesudah upacara bendera, semua guru dan siswa langsung pulang “jawabku. Keakraban itu seakan mengundang perhatian penonton kegiatan class meeting, khususnya murid SD Almadany. Tanpa ada komando mereka langsung datang dan menyalamiku.
Tak hanya 14 murid Spemupat dari angkatan ketiga SD Almadany, kakak kelasnya (dari angkatan 1 dan 2) juga menghampiri dan sedikit berbasa-basi. Siswi kelas VIII Spemupat dari angkatan kedua Ayu Wandira menanyakan tujuan kedatanganku, “ustaz ke sini mau mendukung kelas aku ya” Pertanyaan yang membuat adik – adik kelas terperangah seakan tak rela jika hal itu terjadi. Untuk meredakan situasi langsung kujawab, “ustaz ke sini karena HP ustaz tertukar dengan HP istrinya ustaz (tenaga kependidikan di Spemupat)” Jawaban yang melegakan mereka.
Saat melangkah menuju kantor Spemupat ke tempat kerja istri, langkahku terhenti ke anak spesial di Angkatan kedua SD Almadany, tidak sendirian, ada tiga. Kutanya kabar dan sedikit pertanyaan, “gimana sekolahnya, enak mana? ” “Sama taz, di SMP pulangnya lebih siang, tapi di Almadany juga senang, ada momon (si monyet ekor panjang ” Jawab Duta Wisnu. “sekarang momon kandangnya tambah besar ya taz”ujarnya lagi
Cerita Almadany yang Masih Diingat
Sampai kutemui istri dan menyapa guru-guru Spemupat. Tiba-tiba murid angkatan kedua memintaku duduk dan bercerita tentang kisah mereka. Diawali Nayla Kharomah Putri yang bercerita kesibukannya saat ini, “aku merasa bahagia dan gembira, semenjak saya masuk spemupat saya menjadi lebih aktif dan menyibukkan diri di sekolah” Ujarnya. Dia melanjutkan karena kesibukannya itu, dirinya menjadi terkenal di sekolah dan di kenal banyak kakak kelasnya.
Lain pula cerita Najwa Khaira Izzatunnisa “aku merasa senang disekolah baruku, tapi aku sangat senang juga di SD almadany karna sekarang kondisi dan tampilannya lebih bagus dari tahun lalu” Celotehnya. Cerita Naqia Aszrha Putri Hermanto seputar kangennya sama kawan-kawan SD Almadany yang kini bersekolah di tempat lain, “saya merasa senang dan banyak pengalaman yang baru dan saya kangen sama sekolah Guru dan teman-teman lama” Aisyah Askana Sakhi Ardiansyah senada dengan kalimat Naqia di atas.
Dan Putri Syafiqa yang terkesan sekolah di Spemupat, “kakakku dulu juga sekolah di sini, di sini saya merasa bahagia bersekolah di sekolah yang saya harapkan, banyak hal baru yang saya pelajari dan guru yang baik, serta teman teman yang menyenangkan” Pungkasnya. (Kontributor Mahfudz Efendi/Red)
