GRESIK, SabdaNews.com- Bertempat di gazebo flamboyan dekat air mancur samping tempat parkir guru dan karyawan SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas Gresik Jawa Timur, rapat koordinasi kepala sekolah dan jajaran wakilnya serta bendahara dengan Bagian Dikdasmen PNF Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kedanyang dilangsungkan Kamis (24/9/2026). Sekretaris eksekutif bagian Dikdasmen PNF PRM Kedanyang Drs Mukhtamil Pranoto membuka acara itu. Setelah membukanya secara formal dia menuturkan sebuah kisah untuk menggambarkan pentingnya ketelitian.
Di masa SMA tahun tahun 1978, Ayahnya yang bernama Kari Iman pernah menasehatinya setelah Ia ditunjuk sebagai ketua Pimpinan Ranting IPM SMA Muhammadiyah 1 Gresik dan juga ketua Pimpinan Kelompok IPM Pekelingan Gresik.
“Bapak menceritakan kepada saya bahwa dulu ada orang yang telah diputuskan hukuman mati oleh hakim”ujar pria yang juga sebagai ketua Dikdasmen PNF PCM Manyar ini. Mukhtamil melanjutkan ceritanya, pada hari penentuan pelaksanaan hukuman, banyak orang berkumpul di halaman kantor polisi untuk menyaksikan eksekusi hukuman. Peralatan eksekusi hukuman telah disiapkan, termasuk tali gantungan penjerat leher.
Dan saat korban sudah siap berdiri di bawah tali yang melilit leher, lanjutnya, Algojo mengajukan pertanyaan ” Apa permintaan terakhirmu sebelum hukuman dilaksanakan ?” Terdakwa menjawab “Tolong bacakan surat keputusan pak Hakim” “Hanya itu? ” Jawab algojo, ia lalu meminta petugas pengadilan mencarikan surat keputusan pengadilan, setelah ditemukan, petugas membacakan Putusan dengan seksama dan hati hati. Sampai kalimat… maka terdakwa dihukum sapi mati dan ia sempat bingung. Serta merta pengunjung yang hadir bersorak.
Setelah diulangi lagi, kalimat itu masih sama dan telah ditandatangani oleh hakim. Hakim, petugas pengadilan termasuk algojo seketika lunglai dan terdakwa turun dari tempat hukuman gantung, selamatlah terdakwa. Mukhtamil menegaskan perlunya ketelitian dan kehati-hatian dalam membuat surat bagi Kepala Sekolah dan Wakilnya. “Jangan sampai terulang kalimat dihukum sapi mati, padahal maksud pembuat surat adalah dihukum sampai mati. ” Tegasnya.
Kisah Inspiratif yang menghangatkan rapat koordinasi pimpinan Kisah itu mengawali rapat koordinasi pimpinan pagi itu. Selain Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati S.Pd.M.Pd., juga dihadiri Waka kesiswaan Nur Aini, S.Pd.M.Pd., waka kurikulum Maulidyah Firdausi S. Pd., waka humas Lilis Setyawati,S.Pd. waka Sarana dan Prasarana Mahfudz Efendi, S.Pd.M.M., dan bendahara sekolah Evilia Dwi Maresta, S.AB. Dari Dikdasmen Pendidikan Non Formal PRM Kedanyang yang hadir ketua Supriyono Imam Sampurno, M.Si. dan bendahara H. Mustaqim. ( Kontributor Mahfudz Efendi/Red)
