SBY Berharap Ulama dan Tokoh Agama Tidak Berselisih Karena Beda Pilihan Politik

oleh -543 Dilihat

LUMAJANG.SabdaNews.com – Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yughoyono (SBY)  berharap para Ulama dan tokoh agama bisa menempatkan diri secara pas dan tidak berlebihan. Terutama di tahun politik 2024 saat ini.

“Ulama dan tokoh agama haruslah berada di tempat dan posisi yang pas ketika berpolitik agar tidak membingungkan umat,” kata SBY saat menghadiri acara Silaturahmi SBY dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat Lumajang di Pondok Pesantren Roudlotul Ma’rifat pimpinan KH Ahmad Umar Faruq, Sabtu (27/1/2024).

Pernyataan SBY ini menjawab pertanyaan salah satu tokoh agama yang juga ulama Lumajang kiai Sofi Abdullah yang mangaku prihatin dengan perpecahan antar tokoh agama di tahun politik saat ini.

“Kenapa pada saat Bapak SBY jadi Presiden para Ulama, Habaib, dan Kiai bisa bersatu padu. Akan tetapi kenapa akhir-akhir ini para ulama, Habaib dan para kiai terpecah belah,” tanya Kiai Sofi.

Menurut SBY, seorang habib, ulama, maupun kiai sebagai pemimpin umat, pemimpin ponpes adalah warga negara yang punya hak politik. Namun mereka harus bisa saling menghargai.

“Seperti dalam pemilu saat ini para Ulama punya hak politik yang bisa memilih, bisa dipilih ataupun peran yang lain sebagai Warga Negara Indonesia. Namun menurut saya tidak harus beda pandangan, harus berselisih. Apalagi berjarak, kasihan umat,” tegas SBY.

Karenany a SBY berharap para Ulama, Habaib, dan tokoh agama yang ada di Indonesia bisa tetap merajut kebersamaan untuk Indonesia yang damai.

Baca Juga:  Menakar Peluang Rivalitas Khofifah dan Tri Rismaharini di Pilgub Jatim 2024

“Dari ponpes Roudlatul Ma’rifat Lumajang, saya berharap (ulama dan para tokoh agama) tetap bisa dirajut kedekatan, kebersamaan, persahabatan, sebagai sesama pemimpin umat,” pinta pria yang masih kerabat ponpes Termas Pacitan ini.

Lebih jauh SBY meminta agar para tokoh pemimpi  umat ini bisa memisahkan mana kewajiban sebagai warga negara untuk menyukseskan pemilihan umum, untuk berada di dunia politik. Dan mana peran para ulama sebagai pemimpin umat.

“Menurut saya bisa, asalkan pas, tidak melebihi batas ketika berpolitik menjalankan amanahnya sebagai warga negara,” ungkapnya.

Ia mengingatkan Pemilu hanya sekali dalam 5 tahun. “Itupun hanya 3 bulan. Selebihnya 4 tahun lebih jalankan tugas sebagai warga negara atau sebagai aparat,” tutur SBY..

Indonesia adalah negara majemuk oleh karenanya SBY selalu menjaga hubungan baik dengan tokoh – tokoh agama manapun.

“Alhamdulillah hubungan kami selalu baik dan saling menghormati, sampai saat ini,” kata SBY.

Selain pertanyaan dari para ulama dan tokoh agama, dalam acara yang dikemas dengan tanya jawab itu, SBY juga mendapatkan pertanyaan dari sejumlah perwakilan masyarakat yaitu dari para pelaku UMKM, petani dan sejumlah purnawirawan TNI. Diantaranya soal  kelangkaan pupuk, kemudahan mendapatkan modal dan pendidikan murah bagi anak purnawirawan menjadi pesan untuk diperjuangkan.

“Saya berpesan kepada yang akan menjadi presiden nanti, utamakan dulu kesejahteraan rakyat, baru yang lainnya. Agar daya beli masyarakat baik, ekonomi harus jalan,” pungkasnya.

Baca Juga:  Hadir ke Puncak Resepsi 1 Abad NU, Hidayat Nur Wahid dan Ketua PKS Jatim Kompak Apresiasi Peran NU untuk NKRI

Sementara itu KH Ahmad Umar Faruq dalam sambutannya mengaku bahagia karena pondoknya didatangi oleh SBY.

“Kami bangga, dan mendoakan semoga Pak SBY, Bapak kita selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT,” kata Gus Mamat sapaan akrabnya.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah ulama dan tokoh masyarakat, Caleg DPR RI Dapil Lumajang-Jember Renanda Bachtar, sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Reno Zulkarnaen.

Usai mengikuti acara silaturrahmi, SBY langsung meneruskan agenda kampanyrnya ke Jember, Banyuwangi, Situbondo, Probolinggo,Pasuruan dan Kota Malang. (pun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.