Satu Abad NU : Cerita Spesial Ketua PC. Fatayat NU  Gresik Saat Hadir Di GOR Sidoarjo

oleh -339 Dilihat

GRESIK, SabdaNews.com- Kepada Media GNN Ketua PC Fatayat NU Gresik Ainul Farodisa menceritakan terkait pengalamannya disaat menghadiri puncak acara resepsi satu abad NU di Sidoarjo, 7/2/2023.

“Sungguh pengalaman yang luar biasa bisa menyaksikan secara langsung acara Resepsi Puncak Harlah 1 Abad NU di GOR Sidoarjo”, tutur Ainul Farodisa.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya selaku Ketua PC Fatayat NU Gresik telah menginstruksikan anggota atau pengurus Fatayat agar mengikuti rombongan MWC NU masing masing, namun sehari sebelum acara ia dapat instruksi langsung dari PW Fatayat NU Jawa Timur untuk membawa rombongan PC. Fatayat NU Gresik dengan mendapatkan fasilitas masuk GOR dengan berbekal gelang ID.

Saat rombongan PC. Fatayat NU Gresik sampai lokasi pukul 23.00 WIB, namun area GOR sudah dipadati lautan manusia, terlihat beberapa rombongan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat juga sudah hadir.

Rombongan PC. Fatayat NU Gresik berjalan di area yang berdesak desakan dengan para kaum Nahdliyin yang memadati pintu masuk sesuai sektor masing masing, “Alhasil rombongan kami terjebak di depan pintu sektor 7, macet tidak bisa bergerak hampir dua jam, terlihat seorang ibu Muslimat ada yang pingsan dan segera mendapat pertolongan dari tim medis, baru pada pukul 02.00 dini hari WIB kami berhasil masuk GOR dari sektor 11 pintu 1”, lanjut Ainul.

Baca Juga:  Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 87, Gubernur Khofifah Potong Tumpeng dan Bagikan Bendera Merah Putih

Sungguh luar biasa antusiame para kader dan penggerak Nahdlatul Ulama yang mana demi ikut menjadi bagian dari sejarah Harlah 1 Abad NU mereka rela berjuang melawan arus manusia dan sabar mengikuti serangkaian acara dengan penuh semangat.

Acara yg digelar bertepatan dg hari lahir NU ke 100 yaitu tanggal 16 Rajab sungguh luar biasa.

Tidak hanya Para Kiyai dan Warga Nahdliyin saja namun Presiden, Pejabat Negara dan para tokoh NU hadir di momen spesial ini.

Prosesi resepsi juga digelar begitu sakral dan istimewa. Ainul terharu dan merasa bahwa banyak hikmah dan makna terkandung dalam harlah 1 abad NU ini.

“Sudah saatnya kita sebagai kader NU harus mampu menjadi pioner di ranah kita masing masing, kita harus tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa menjadi kader NU yang tangguh, mandiri, berdaya saing, profesional, mampu menterjemahkan dan mengatasi tantangan peradaban sehingga NU benar benar digdaya dan siap menjemput abad ke dua menuju kebangkitan baru”, pungkasnya.(Syafik Hoo/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.