Program Neduting Jadi Modal Apik Desa Jrebeng di Lomba PKK Gresik

oleh -527 Dilihat

GRESIK, SabdaNews.com- Program neduting (nenek peduli stunting) menjadi modal apik Desa Jrebeng Kecamatan Dukun dalam lomba PKK Kabupaten Gresik Jawa Timur.

Neduting sendiri menjadi salah satu dari sekian program unggulan yang dipaparkan dalam penilaian lapangan pembinaan PKK Gresik, Senin (26/12/2022) siang.

Kepala Dinas Kesehatan dr Mukhibatul Khusnah mengatakan, penanganan stunting tak hanya urusan pemerintah. Organisasi masyarakat serta keluarga harus dilibatkan. “Seperti di Desa Jrebeng ini yang melibatkan nenek untuk aktif menangani stunting, dan inovasi ini cukup bagus,” katanya usai penilaian lapangan lomba PKK Gresik, Senin (26/12/2022).

Melalui lomba PKK ini, Dokter Khusnah yakin bisa mempercepat menurunkan angka stunting yang saat ini masih cukup tinggi. Di Desa Jrebeng sendiri, ada 83 balita, 5 diantarnya terindikasi stunting. “Kami harapkan, tak hanya lomba namun bisa mewujudkan perilaku sehat keluarga berkualitas percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jrebeng Suja’i menyatakan sejumlah inovasi dilakukan dalam lomba PKK kali ini. Nah, program neduting ini salah satunya. “Kami melihat, karena orang tuanya bekerja dua-duanya, si anak biasnya diasuh oleh neneknya. Dan peluang ini kami tangkap, kami buat inovasi,” ujarnya.

Melalui kader kesehatan di Pokja PKK, imbuh Suja’i, pihak desa memberikan pendampingan ke nenek agar memiliki pemahaman pola asuh stunting. “Jadi para nenek ini paham giman caranya membuat mekanan bergizi untuk cucunya, ataupun pola asuh yang tepat,” imbuhnya.

Baca Juga:  Banggar DPRD Jatim Ingatkan Temuan BPK Supaya Ditindaklanjuti

Dalam Nediting, para nenek ini juga mendapatkan kontrol kesehatan melalui posyandu lansia. “Sehingga bisa memeriksa dan memantau kesehatan,” ujarnya.

Suja’i menambahkan, selain Nediting, program lain seperti Kaesang (Kampung inovasi pisang) dan Kalisanak (Kampung Sayang Anak) menjadi modal dalam lomba PKK.

Sebagai desa penghasil pisang, kampung inovasi pisang ini menjadi awal kemandirian ibu-ibu. Sementara, Program Kalisanak, pihak desa memberikan rumah khusus tempat bermain anak-anak. “Kami harap yang terbaik dalam perlombaan ini,” imbuhnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.