SURABAYA ,SabdaNews.com– Kabar bohong (hoax) dan penggiringan opini (framing) negatif yang sempat menyudutkan keluarga besar alumni Pesantren Tebuireng akhirnya patah. Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang secara resmi mengklarifikasi bahwa tidak ada penyerahan uang tunai sepeser pun dari PCNU Sekadau, disambut baik oleh Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) Jawa Timur. Ketua PW IKAPETE Jawa Timur menegaskan bahwa kebenaran akhirnya menemukan jalannya sendiri. Menurutnya, sejak awal narasi penyerahan uang miliaran rupiah ke KPK diembuskan, ada upaya sistematis untuk merusak nama baik organisasi dan mencederai ketulusan khidmat para alumni.
“Sejak awal kami merasakan ada framing yang sangat tidak adil. Rangkaian agenda luhur alumni di Jakarta seolah-olah ditarik ke dalam pusaran politik praktis yang kotor. Hari ini, dengan pernyataan resmi KPK bahwa tidak ada uang tunai yang diserahkan, semuanya menjadi terang benderang. Publik bisa menilai sendiri mana fakta dan mana yang sekadar manipulasi informasi,” ujar Ketua PW IKAPETE Jatim saat memberikan keterangan, Sabtu (10/10/2026).
Dirinya mengungkapkan, seluruh pengurus dan anggota IKAPETE Jatim sempat merasa sangat dirugikan dengan liarnya pemberitaan di media sosial.
Agenda Halaqah Kebangsaan di Gedung MPR RI yang murni membahas Qanun Asasi karya Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari, sempat dikotori oleh isu miring seputar politik uang menjelang Muktamar ke-35 NU. Ia pun menyayangkan sikap oknum pelapor yang terkesan buru-buru melempar klaim sepihak kepada media saat mendatangi Gedung Merah Putih KPK, sebelum adanya verifikasi resmi dari lembaga antirasuah tersebut. Dampaknya, opini publik tergiring secara negatif.
“IKAPETE ini adalah wadah silaturahmi, ruang ilmiah, dan tempat alumni berkhidmat untuk pesantren serta bangsa. Kami tidak punya hak suara dalam Muktamar, jadi sangat tidak masuk akal jika gerakan alumni ini dikait-kaitkan dengan pengondisian dukungan politik. Klarifikasi dari KPK menjadi penegas bahwa tuduhan itu rapuh dan tidak berdasar,” lanjutnya dengan nada lugas. Berkaca dari peristiwa ini, IKAPETE Jatim mengimbau kepada masyarakat luas, khususnya warga nahdliyin, untuk lebih bijak dan kritis dalam menyaring informasi yang beredar. Jangan sampai institusi pesantren atau organisasi keagamaan dijadikan alat komoditas politik oleh pihak-pihak tertentu demi syahwat kekuasaan sesaat.
Di akhir narasinya, Ketua PW IKAPETE Jatim mengajak seluruh alumni Tebuireng di mana pun berada untuk tetap tenang, solid, dan tidak terprovokasi. “Mari kita rapatkan barisan. Marwah Tebuireng harus tetap kita jaga dengan menunjukkan akhlakul karimah. Kebohongan mungkin bisa berlari cepat, namun kebenaran selalu tahu jalan untuk menang,” pungkasnya optimis. ( luck/Hoo/Red)
