Pasca Sarjana Tak Lagi Dibekukan, UNIPRA Surabaya Gelar Tasyakuran

oleh -346 Dilihat

SabdaNews.com – Universitas WR Supratman (UNIPRA) Surabaya melaksanakan kegiatan Tasyakuran dan peringatan Isra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW menghadirkan Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah VII Jatim Dyah Sawitri dan penceramah K.H. Zain Baik, Pengasuh Ponpes Rehabilitasi Mental AZ Zainy Malang.

Sekitar 300 peserta turut hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari civitas akademika UNIPRA, pelajar SMA/SMK sederajat se-Surabaya, masyarakat sekitar kampus UNIPRA dan PC Fatayat) NU serta PC IPNU Surabaya, di halaman depan kampus UNIPRA pada, Rabu, (1/2/2023) malam.

K.H. Zain Baik yang kesehariannya dipanggil Gus Zain, mengatakan, acara tasyakuran dan Isra’ Mi’raj yang digelar oleh UNIPRA, akan menjadi hal yang baik yang bertepatan dengan bulan Rajab 1444 Hijriah.

“Luar biasa, ini jadi cikal bakal bahwa UNIPRA akan menjadi besar, karena dimulai dengan baik dimulai dengan Isra’ Mi’raj dan di Tasyakuri dengan hamdalah yang luar biasa dan kita mensupport itu,” katanya

Penceramah asal Malang ini berpesan kepada  mahasiswa UNIPRA Surabaya untuk menjadi generasi muda yang berilmu, berakhlak dan menjaga iman.

“Jadilah mahasiswa yang punya ilmu dan iman yang baik,” harap KH Zain Baik.

Sedangkan Dyah Sawitri Kepala LLDIKTI VII wilayah Jawa Timur menjelaskan, tentang telah dicabutnya masa pembinaan yang pernah LLDIKTI berikan ke UNIPRA Surabaya.

“Sebetulnya punishment itu untuk menjadi lebih baik, jadi kita bisa mengatakan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia itu betul-betul sesuai dengan aturan, kalau tidak mematuhi berarti kena punishment,” jelasnya.

Baca Juga:  BI, TNI, YDSF Santuni Yatim Moment Muharrom Sekaligus Pawai Kemerdekaan RI

Lebih lanjut orang yang berperan penting di LLDIKTI VII ini juga mengungkapkan, bahwa ada 7 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang bermasalah salah satunya Pasca Sarjana di UNIPRA.

“Punishment itu bukan merupakan suatu kelemahan tapi sebagai kekuatan untuk menjadi lebih baik,” katanya.

“Saya yakin UNIPRA akan lebih maju dan saya berharap UNIPRA juga mengembalikan S2 nya dengan pola yang baru, new UNIPRA dengan konsep yang baru lebih maju, lebih besar dan bisa memberikan nilai tambah bagi pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Sementara Bahrul Amieq selaku Rektor UNIPRA mengatakan, Ttsyakuran dan Isro’ Mi’raj ini adalah rasa syukur karena kampus kita ini telah kembali dan akan menciptakan mahasiswa yang mempunyai soft skill kedepannya.

“Ini bentuk rasa syukur karena UNIPRA sudah kembali dan di cabut sanksi pembinaan LLDIKTI,” tuturnya.

Lanjutnya ia berpesan kepada mahasiswanya untuk terus bangkit dalam menghidupi kampus, terutama dengan menggelar kegiatan seperti ini.

“Saya apresiasi terhadap panitia yang bertugas dan Alhamdulillah, banyak yang hadir sesuai dengan target panitia,” pungkas Bahrul Amiiq. (pun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.