PAN Jatim Tak Mau Sebut Partai Ummat Sebagai Rival

oleh -358 Dilihat

SabdaNews.com  – DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Timur menilai kehadiran Partai Ummat dalam Pemilu 2024 mendatang bukanlah sebuah ancaman. Meskipun kedua parpol ini memiliki berbasis massa yang serupa yakni dari warga Muhammadiyah.

Wakil Ketua DPW PAN Jawa Timur Muhammad Khulaim mengatakan bahwa Partai Ummat bukanlah partai pesaing atau rival dari partai PAN, tetapi sebagai saudara muda bagi PAN. “Partai Ummat itu saudara mudanya PAN,” kata Khulaim, Kamis (5/1/2023).

Lebih jauh ketua Fraksi PAN DPRD Jatim ini mengakui kalau sosok pendiri Partai Ummat Amien Rais adalah inisiator lahirnya PAN. “Beliau bahkan pernah menjadi ketum PAN sehingga bersama-sama untuk mensukseskan Pemilu 2024 mendatang,” ujar Khulaim.

Kendati bersaudara, lanjut Khulaim tapi  PAN dan Partai Ummat merupakan partai yang berbeda sehingga sama-sama berusaha mencari suara di Pemilu 2024 mendatang.

“PAN dan Partai Ummat punya massa pendukung yang berbeda walaupun basis pendukungnya sama dari Muhammadiyah. PAN tidak bisa dikatakan partainya Muhammadiyah, begitu juga sebaliknya,” tegas politikus asal Sidoarjo.

Keberadaan Partai Ummat sendiri, lanjut Khulaim bukan menjadi batu sandungan atau penghalang bagi PAN untuk memenangkan Pemilu mendatang.

“Waktu PAN di era reformasi dipimpin pak Amien, moga-moga pendukung PAN saat reformasi dulu bisa mendukung partai Ummat. Tidak perlu pindah-pindah partai lagi. Begitu sebaliknya,” dalihnya.

Sebelumnya, pengamat politik dari UTM Surokim Abdussalam, meyakini akan ada pengurangan suara signifikan terhadap PAN pada pemilu 2024 lantaran lolosnya Partai Ummat di pemilu mendatang. Alasannya, kedua partai itu memiliki basis massa yang sama yaitu warga Muhammadiyah.

“Wajar saja kalau kehadiran Partai Ummat akan bisa menggerus pemilih PAN, karena ada irisan yang sama dan menyangkut ketokohan Pak Amin Rais yang dulu juga aktif dan juga pendiri PAN,” ujar Dekan FISIB UTM.

Untuk bisa eksis di Senayan, kata Surokim  PAN di pemilu 2024 membutuhkan tenaga ektra sehingga harus lebih dimasifkan para loyalisnya terutama dengan Muhammadiyah. Karena tantangan Partai Ummat tidak bisa dianggap sepele.

“Jadi PAN saat ini juga menghadapi tantangan yang sungguh tidak mudah untuk bisa bertahan di parlemen. Butuh usaha ekstra dengan melakukan ikhtiar menjaga pemilih Muhammadiyah dan berani ekspansif untuk menjadi partai kader modern,” jelas Surokim. (tis)

Baca Juga:  Partai Golkar Jatim Bocorkan Bacawapres Pendamping Prabowo dan Ganjar, Siapa Dia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.