Musyaffa’ Noer : 4 Tahun Kepemimpinan Gubernur Khofifah Manfaatnya Belum Bisa Dirasakan Warga Madura

oleh -313 Dilihat

SabdaNews.com – Memasuki empat tahun kepemimpinan pasangan Khofifah-Emil di Provinsi Jatim. Sejumlah kalangan DPRD Jatim memberikan penilaian terhadap kinerja gubernur dan wakil gubernur Jatim.

Anggota Fraksi PPP DPRD Jatim, H Musyaffa’ Noer mengatakan, bahwa kinerja gubernur dan wakil gubernur Jatim selama empat tahun berjalan dinilai belum dirasakan masyarakat, terutama dalam pemenuhan kesejahteraan dan infrastruktur khususnya di wilayah Pulau Madura.

Bahkan, kata politikus asal Dapil Madura ini janji-janji kampanye pasangan Khofifah-Emil saat Pilgub Jatim 2018 silam tak kunjung terealisasi dan dirasakan manfaatnya oleh warga Madura.

“Sampai detik ini memasuki kepemimpinannya di tahun yang terakhir, kesejahteraan masyarakat Madura tak kunjung meningkat. Kemiskinan masih tinggi dan pemenuhan infrastruktur di Madura tak kunjung terealisasi,” beber mantan ketua DPW PPP Jatim, Minggu (12/2/2023).

Salah satu contoh yang tak kunjung terealisasi adalah dibangunnya pusat peradaban Islam di kaki jembatan Suramadu sisi Madura.

“Dulu pernah dalam kampanyenya di sekitaran Suramadu akan dibangun Indonesia Islamic Science Park. Namun sampai saat ini tak kunjung direalisasi,” tegas Musyafa’.

Menurutnya taman rekreasi, museum walisongo, mall dan perhotelan serta kuliner halal bernuansa islami di Madura itu bisa menjadi pionir kemajuan peradaban Islam di Indonesia. Sayangnya, Pemprov Jatim kurang serius, padahal banyak developer dalam negeri maupun luar negeri yang tertarik.

“Gubernur Khofifah juga pernah berjanji akan mengembangkan kampung keris dan kampung batik agar bisa menjadi referensi tentang kekayaan Madura ke dunia. Tujuannya agar Indonesia secara umum, dan khususnya Madura bisa menjadi tujuan wisata muslim internasional. Tentunya tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat Madura. Tapi sampai sekarang tak kunjung terealisasi,” sindir Musyaffa’ Noer.

Baca Juga:  Bangun 25 Rubuha, Kini Lahan Pertanian di Desa Menunggal Kedamean Minim Hama Tikus

Sedangkan di sektor kesejahteraan, lanjut Musyafak, di Madura angka kemiskinan masih tinggi di Jatim. Berdasarkan data BPS, Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sumenep memiliki tingkat kemiskinan ekstrem yang tertinggi di Jatim.

“Kemiskinan ekstrem di dua kabupaten itu mencapai angka 23 persen dari total 508 jiwa orang di Jatim. Kemiskinan di Kabupaten Bangkalan sebesar 12,44 persen, sementara di Kabupaten Sumenep sebesar 11,98 persen.

Kemiskinan ekstrem jika mengacu pada sisi  pendapatan adalah seseorang yang memiliki penghasilan dibawah 1,25 USD atau Kurs dollar 14.647 perhari atau sekitar 439.000 perbulan.

Selain itu, kemiskinan ekstrem juga bisa mengacu kepada seseorang atau keluarga yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, sanitasi, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan dan informasi. (tis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.