SabdaNewd.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, kewaspadaan terhadap kesehatan hewan kurban kembali menjadi perhatian serius berbagai kalangan.
Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti, mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperketat pengawasan serta meningkatkan langkah pencegahan penyebaran penyakit, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Menurut Erma, Dinas Peternakan harus pro aktif melakukan monitoring di lapangan sekaligus mengambil langkah antisipatif, seperti menerapkan karantina kandang guna membatasi keluar-masuk orang yang berpotensi membawa virus.
Upaya ini dinilai penting agar penyebaran penyakit tidak meluas di sentra-sentra peternakan sapi dan kambing di Jatim.
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kandang perlu dijaga ketat, lalu lintas orang dibatasi, dan hewan yang terindikasi segera mendapatkan penanganan, termasuk pengobatan dan pemberian nutrisi yang baik,” ujarnya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim itu juga menekankan pentingnya edukasi kepada para peternak. Jika ditemukan gejala penyakit pada hewan, peternak diminta segera melapor kepada petugas kesehatan hewan agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak menyebar lebih luas.
Selain itu, Erma jug mengingatkan bahwa setiap hewan ternak kurban yang akan dijual atau dipindahkan harus terlebih dahulu mendapatkan registrasi dari tenaga kesehatan hewan dan dipastikan bebas PMK.
Ia juga mendorong agar penjualan hewan kurban dilakukan seminimal mungkin melalui perantara, dan lebih diutamakan langsung dari kandang untuk mengurangi risiko penularan.
“Pengawasan lalu lintas ternak harus diperketat. Semua pihak harus bekerja sama, mulai dari dinas, peternak, hingga aparat terkait agar prosedur kesehatan benar-benar dijalankan,” tegas Erma.
Dia menambahkan, langkah pencegahan jauh lebih penting dibandingkan penanganan saat wabah menyebar.
Pasalnya, jika terjadi kasus yang meluas, kerugian besar akan dialami peternak, terutama menjelang Iduladha yang menjadi momentum panen dan peningkatan pendapatan.
“Jangan sampai peternak merugi karena kurangnya pengawasan. Ini momen penting bagi mereka untuk mendapatkan nilai ekonomi maksimal dari ternaknya,” pungkas perempuan berkerudunv ini. (pun)
