Kusnadi Berharap Pelaku Budaya Di Sidoarjo Diberi Ruang Berekspresi

oleh -429 Dilihat

SabdaNews.com – Animo anak muda yang peduli terhadap budaya di berbagai daerah di Jatim cukup tinggi perlu diimbangi dengan perhatian pemerintah terhadap pemajuan kebudayaan. Pasalnya, sudah ada payung hukum berupa Undang-Undang No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Diantara kabupaten/kota di Jatim yang anak mudanya memiliki kepedulian tinggi terhadap budaya adalah Kabupaten Sidoarjo. Bahkan mereka memiliki wadah khusus yang diberi nama rumah budaya Sidoarjo.

 

“Di rumah budaya Sidoarjo ini banyak sekali kegiatan budaya yang di lakukan oleh anak anak muda. Seperti kegiatan mocopat, diskusi budaya dan kegiatan seni lainnya,” ujar Zalfa Robby pelukis muda asal Sidoarjo, Selasa (21/1/2023).

Bahkan para budayawan muda Sidoarjo, lanjut Robby juga tengah berupaya menggali dokumen budaya Sidoarjo hingga ke beberapa negara seperti ke Belanda, Inggris dan Amerika.

“Khusus malam ini, kami sengaja menggelar pameran seni tunggal melukis huma karya saya sendiri dan bincang budaya,” jelas Zalfa Robby.

Yang menarik, dalam kegiatan binang budaya itu turut pula hadir Ketua DPRD Jatim Kusnadi yang didapuk memberikan sambutan.

Dalam paparannya, politkus PDI Perjuangan ini mengatakan, bahwa para pelaku budaya perlu diberi ruang untuk bisa mengekpresikan karyanya. Sebab dengan berbudaya maka kita bisa mengenal siapa diri kita, dan dengan mengenali siapa diri kita maka pasti kita akan menyayangi rumah kita sehingga juga menyayangi bangsa dan negara.

Baca Juga:  Jatim Raih Dua Penghargaan Indonesian Migrant Worker Award Tahun 2023, Gubernur Khofifah: Wujud Komitmen Lindungi PMI Sebagai Pahlawan Devisa

“Marilah kebudayaan itu kita pelihara dengan baik. Pemerintah juga harus memberikan fasilitasi supaya para pelaku budaya bisa berkarya karena orang yang bergerak di budaya itu pasti mencintai antar sesama sebab budaya itu cenderung tidak ada nuansa kepentingan tapi hanya berkarya,” kata Kusnadi.

Bahkan kata Kusnadi, para pelaku budaya ini sudah bangga kalau mereka bisa mengaktualisasikan karyanya walaupun tidak dibayar. “Syukur-syukur kemudian ada perhatian pemerintah dan di Sidoarjo cobalah untuk bisa membangun satu tempat dimana pelaku budaya bisa mengekspresikan karyanya,” pungkasnya. (pun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.