Home BeritaKhofifah dan Menko AHY Hadiri Rakor Dewan Pakar PP IKA UNAIR: Dorong Alumni Bergerak Masif, Inovatif dan Berdampak untuk Bangsa

Khofifah dan Menko AHY Hadiri Rakor Dewan Pakar PP IKA UNAIR: Dorong Alumni Bergerak Masif, Inovatif dan Berdampak untuk Bangsa

by sabda news

SabdaNews.com  – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) Khofifah Indar Parawansa bersama Ketua Dewan Pakar PP IKA UNAIR Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Pakar PP IKA UNAIR di Ruang Amerta Lt. 4 Kantor Manajemen Kampus C UNAIR, Selasa (23/6/2026) malam.

Di kesempatan itu, Khofifah yang juga Gubernur Jatim menegaskan pertemuan ini memberikan banyak rekomendasi yang mendorong agar jajaran IKA UNAIR terus bergerak secara masif memberikan dampak untuk bangsa.

“Saya rasa pertemuan pikiran meeting of mind yang kita bangun pada malam hari ini akan menjadi catatan penting bagi kita semua. Termasuk pemikiran strategis dan out of the box dari beliau luar biasa serta kemudian Pemprov Jatim juga akan mendapatkan benefit dari pikiran-pikiran dan jejaring beliau di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Khofifah mengatakan IKA UNAIR memiliki modal sosial, intelektual, dan profesional yang besar melalui jejaring alumninya yang tersebar di berbagai sektor. Oleh karena itu, peran alumni perlu terus diperkuat agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dan berdampak.

“IKA UNAIR harus menjadi wadah yang mampu mengonsolidasikan kekuatan alumni dari berbagai disiplin ilmu dan profesi. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadirkan berbagai solusi inovatif untuk menjawab tantangan pembangunan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya menjadikan Dewan Pakar sebagai mitra strategis dalam memberikan pandangan, rekomendasi, dan pemikiran konstruktif bagi pengembangan organisasi. Menurutnya, berbagai dinamika global maupun nasional membutuhkan respons yang cepat dan adaptif. Karena itu, IKA UNAIR perlu terus memperkuat kapasitasnya sebagai organisasi yang mampu menghadirkan ide-ide segar, terobosan program, serta kontribusi berbasis keilmuan.

“Rapat dewan pakar menunjukkan semangat kolaborasi sekaligus menjadi forum penting untuk menghimpun berbagai masukan dan gagasan dari para anggota Dewan Pakar dalam memperkuat arah kebijakan dan program kerja IKA UNAIR ke depannya,” jelasnya.

Rapat juga membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan peran alumni dalam pembangunan sumber daya manusia, pengembangan jejaring kolaborasi lintas sektor, peningkatan kontribusi dalam bidang pendidikan dan kesehatan, hingga upaya memperkuat posisi IKA UNAIR sebagai pusat pemikiran yang mampu memberikan rekomendasi bagi berbagai isu strategis.

Melalui rapat ini, diharapkan sinergi antara pengurus dan Dewan Pakar IKA UNAIR semakin solid sehingga organisasi alumni dapat terus berkembang menjadi kekuatan yang produktif, inovatif, dan berdaya guna bagi kemajuan bangsa.

“Dengan semangat gotong royong, kolaborasi, dan pengabdian, IKA UNAIR diharapkan mampu menghadirkan program-program yang tidak hanya bermanfaat bagi alumni, tetapi juga memberikan dampak luas bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia,” pungkas Khofifah.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar PP IKA UNAIR yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan silaturahmi dan dialog terbuka untuk memberikan masukan baik secara internal maupun akademis. Membahas agar Unair maju dan berdampak bagi masyarakat.

Saat ini UNAIR berada di peringkat 3 se-Indonesia dan dunia peringkat 276 berdasarkan QSWorld university rangking. Prestasi yang tidak mudah karena naik secara bertahap masuk jajaran papan atas di Indonesia dan dunia. Selain itu tri dharma yang paling penting untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Hadir bersilaturahmi sekaligus berdiskusi dengan para anggota dewan pakar. Ingin berkontribusi untuk almamater karena gagasan dari para guru besar dan profesor sangat berharga sebagai bagian dari semangat kita untuk masyarakat dan negara,” ungkapnya.

Pada pertemuan tersebut, AHY menyampaikan beberapa hal sebagai langkah awal dewan pakar dalam kekuatan IKA UNAIR agar bisa memberikan kontribusi nyata. Misalnya menyelenggarakan dialog produktif dan konstruktif sekaligus menyusun rekomendasi terkait kebijakan yang bisa ditujukan pemerintah pusat dan daerah.

“Pentingnya masukan dari para akademisi bagi pemerintah yang setiap hari harus mengambil keputusan, perlu pengayaan serta penelitian dari hasil riset yang relevan,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata AHY, menggagas forum yang lebih luas bukan hanya internal, tetapi mengundang berbagai kalangan terutama generasi Z yang dari waktu ke waktu menjadi perhatian publik dengan berbagai macam isu untuk dihadirkan di forum yang baik. (pun)

You may also like

Leave a Comment