Ketua DPRD Jatim Minta Muslimat NU Lamongan Bersiap Hadapi Resesi Ekonomi

oleh -370 Dilihat

SabdaNews.com  – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi meminta kepada anggota Fatayat dan Muslimat NU di Kabupaten Lamongan agar bersiap menghadapi ancaman resesi ekonomi di tahun 2023 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Kusnadi saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Umala (NU) Kabupaten Lamongan Periode 2022-2027 resmi dilantik di Gedung Sport Center Lamongan, Selasa (29/11) lalu.

Menurut politikus PDI Perjuangan ancaman resesi ekonomi bukan hanya dialami Jatim maupun Indonesia tetapi hampir seluruh negara di dunia. Oleh karena itu semua pihak harus bersiap melakukan antisipasi.

“Ibu-ibu Fatayat dan muslimat NU, harus lebih menggairahkan perekonomian di sektor UMKM. Karena dengan itu resesi ekonomi bisa ditangani.” jelas Kusnadi saat dikonfirmasi Kamis (1/12/2022) di Surabaya.

Pemerintah provinsi dan DPRD Jatim, lanjut Kusnadi juga sudah bersiap menghadapi ekonomi sulit di masa depan dengan berbagai program pemberdayaan ekonomi.

“Jadi resesi ini bisa kita tekan dengan menggairahkan pelaku-pelaku usaha UMKM seperti yang dihasilkan oleh ibu-ibu Fatayat dan Muslimat NU di Lamongan,” ujarnya.

Ditegaskan Kusnadi, resesi yang terjadi di Jatim yang paling terdampak adalah  perusahaan-perusahaan besar dan sektor  pertanian. Untuk pertanian, resesi terjadi berkaitan dengan harga dan sulitnya petani mendapatkan pupuk serta obat-obatan yang bahan bakunya masih import.

“Resesi nantinya juga akan berdampak pada kenaikan harga pupuk. Kalau perusahaan berimbas pada naiknya bahan-bahan dan ini yang perlu kita hadapi,” jelasnya.

Baca Juga:  Peringati HUT ke-62, Gubernur Khofifah Dorong Transformasi Digital Bank Jatim Menuju BPD Nomor Satu di Indonesia Beri Pendampingan UMKM Tembus Ekspor Lewat Desa Pendulum Devisa

Ia mencontohkan, apa yang saat ini dilakukan Pemkot Surabaya dalam penataan lokasi yang dijadikan tempat tongkrongan anak-anak muda. Di lokasi itu, pelaku UMKM bisa menjual aneka makanan dan minuman termasuk kopi yang membuat ekonomi bergairah.

Kegiatan positif seperti ini, bisa dicontohkan  daerah-daerah lain. Yang penting kebersihan lingkungan tetap terjaga.

“Pemkot Surabaya mulai menggairahkan perekonomianya meskipun warga hanya menjual minuman dengan harga Rp10 tapi hasilnya lumayan banyak dan hal-hal itu bisa kita jadikan untuk mengantisipasi resesi 2023 nanti,” dalihnya.

Dalam momen yang dikemas dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu, Kusnadi dan Ketua Muslimat NU Lamongan, Kartika Hidayati juga menyerahkan santunan berupa uang dan sembako kepada 30 anak yatim piatu.

“Semoga apa yang kita berikan kepada anak-anak yatim piatu tersebut, bermanfaat,” pungkasnya. (pun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.