Iskandar Optimis Eksploitasi Migas Dimulai Bisa Tingkatkan Kesejahteraan Warga Madura

oleh -406 Dilihat

SabdaNews.com  – Produksi (Eksplorasi) migas di lepas pantai (Off Shore) Sumenep Madura diharapkan bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat di Madura khususnya di Sumenep serta mampu mengurangi tingkat kemiskinan di Pulau Garam Madura pada umumnya.

Wakil ketua DPRD Jatim Achmad Iskandar mengaku menyambut baik adanya pengeboran Migas tersebut dimana kehadirannya diharapkan bisa mendatangkan kesejahteraan pada rakyat terutama bagi masyarakat Sumenep khususnya.

“Selama ini di Madura selalu tinggi angka kemiskinannya. Tentunya dengan adanya pengeboran Migas tersebut, kemiskinan bisa diminimalisir. Syaratnya ada keterbukaan bagi hasil yang didapat antara pemerintah pusat, propinsi maupun pemda setempat,” jelas politikus asal Sumenep, Rabu (21/12/2022).

Mantan birokrat Pemprov Jatim ini menjelaskan bahwa minimnya tingkat kesejahteraan warga di Madura salah satunya akibat belum adanya keterbukaan  komunikasi, antara pusat, provinsi maupun pemda di Madura terkait partisipating Interest (PI) eksploitasi migas di Pulau Madura.

“Masalah PI Migas itu jangan lagi bersifat rahasia, dan bisik-bisik sana sini yang semuanya dibikin bodoh,” sindir politikus Partai Demokrat.

Ditegaskan Iskandar kondisi jaman sudah berubah tak mengehendaki ketertutupan informasi menyangkut kepentingan masyarakat termasuk dalam masalah bagi hasil pengelolaan eksploitasi Migas.

Sebagaimana diketahui bersama, CNOOC Madura Limited (HCML) yang berlokasi di Selat Madura, Jatim telah berproduksi. Lapangan ini berlokasi di lepas pantai wilayah Kabupaten Sumenep, Pulau Madura.

Bupati Sumenep Fauzi mengatakan, dukungan terhadap industri hulu migas diberikan kepada Pemkab Sumenep secara penuh, mengingat ketentuan dalam konstitusi bahwa migas adalah milik negara.

“Migas itu soal negara dan devisa. Sebab, negara yang memiliki kewenangan dan berkuasa penuh atas kekayaan migas di seluruh wilayah NKRI,” jelasnya.

Di Kabupaten Sumenep, ada sejumlah perusahaan hulu migas yang telah beroperasi dan berproduksi. Selama ini, kata Fauzi, Pemkab Sumenep memberikan support penuh atas aktivitas industri hulu industri migas.

“Tentang feedback dari K3S diatur pemerintah pusat. Pemerintah daerah tinggal menerima DBH migas yang sudah dihitung berdasarkan regulasi yang ada,” imbuhnya.

CNOOC Madura Limited (HCML), operator minyak dan gas bumi lapangan lepas pantai MDA-MBH Blok Madura Strait, akan membangun dua anjungan lepas pantai untuk menunjang kegiatan eksploitasi gas di sekitar Pulau Sapudi dan Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Madura.

Selain membangun dua anjungan lepas pantai, dalam pengembangan lapangan MDA-MBH yang terletak di lepas pantai Selat Madura, di sebelah timur (sekitar 200 kilometer di sebelah timur Surabaya dan sekitar 75 kilometer di sebelah tenggara Pulau Madura), HCML juga akan melengkapi dengan jalur pipa gas dan Floating Production Unit (FPU).

Pengerjaan proyek ini secara keseluruhan akan memerlukan waktu sekitar 26 bulan dimulai dari detail engineering, pemasangan di lepas pantai, pemboran lepas pantai, dan kommisioning di lepas pantai. Pada fase kegiatan konstruksi, jumlah tenaga kerja yang terlibat sebanyak 400 orang. Mereka bergerak ke titik lokasi dari dua wilayah yakni Pelabuhan Kalianget Sumenep dan Pelabuhan Probolinggo.

Proyek Pengembangan lapangan gas MDA-MBH adalah merupakan lapangan kedua HCML yang sudah disetujui Plan of Developmen(PoD)-nya oleh SKK Migas setelah Lapangan BD. Sumur yang akan dikembangkan ada tujuh sumur produksi di Lapangan MDA-MBH.

HCML merencanakan akan memproduksi gas dari Lapangan MDA-MBH dengan laju produksi sekitar 120 juta standar kaki kubik per-hari (MMscfd) selama kurang lebih 10 tahun. (pun)
Baca Juga:  Gus Fawait Minta Dana Bergulir 125 M Difokuskan Untuk Kredit Petani, Nelayan dan UMKM 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.