Fraksi Gerindra Berharap Kinerja Gubernur Khofifah Semakin Baik di Tahun Politik 2023 

oleh -543 Dilihat

SabdaNews.com  – Memasuki tahun baru 2023, Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim menilai kinerja Pemprov Jatim dibawah komando Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah mencapai capaian yang bagus. Namun manusia tidak ada yang sempurna sehingga masih ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan tahun ini.

“Kepemipinan Bu Khofifah sudah bagus tinggal diimbangi oleh anak buah yang juga bisa mengimbangi pola pikirnya dan visi misi beliau yang begitu luar biasa,” kata Muhammad Fawait Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim, Senin (2/1/2023).

Menurut politikus asal Jember, Tahun 2023 adalah tahun politik, karena itu kinerja Pemprov Jatim juga perlu ditingkatkan.

Mengingat, pileg akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024, sehingga proses kampanye dan lain sebagianya akan dilalui pada 2023 ini.

“Memasuki tahun politik, kita harus bisa betul-betul memanfaatkan momentum ini menjadi pengungkit perekonomian di Jatim,” harap presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN).

Di tahun politik, lanjut Gus Fawait sapaan akrabnya, tentu banyak caleg baik DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupate/Kota dan DPD RI akan berkampanye dengan memasang Alat Peraga Kampanye (APK) baik berupa baliho, pamflet dan lainnya.

Selain itu juga ada rapat terbuka dan rapat terbatas yang juga menjadi potensi  menggerakkan perekonomian masyarakat. “Bayangkan kalau itu bisa dicetak di Jatim tentu itu sebuah peluang bagi pelaku ekonomi karena banyak uang yang akan berputar dalam tahun politik,” ungkap alumnus Fakultas Ekonomi Unair ini.

Untuk bisa menangkap peluang ekonomi tersebut, tentunya juga perlu didukung dengan kebijakan yang tepat sehingga roda perekonomian di Jatim bisa bergerak naik dan pelaku ekonomi menengah ke bawah juga bisa ikut merasakan dan menikmatinya.

Kebijakan yang tepat dari para pemangku kepentingan di Jatim ini diperlukan. Mengingat, presiden Jokowi sudah mewanti-wanti bahwa tahun 2023 ini kondisi global tidak baik-baik saja. Bahkan ancaman krisis pangan, krisis energi dan krisis ekonomi sudah mulai dirasakan negara-negara di dunia, khususnya yang memiliki ketergatungan kepada dua negara yang sedang berperang yakni Rusia dan Ukraina.

Baca Juga:  LaNyalla: Hak Rakyat Perbaiki Kerusakan Bangsa Dirampas Imbas Perubahan Konstitusi

“Kita tahu bahwa seluruh dunia hari ini menganut sistem ekonomi terbuka (Open the Economics) sehingg apapun yang terjadi pada sebuah negara tentu itu sedikit banyak akan berdampak kepada kondisi ekonomi di seluruh dunia atau global. Krisis pangan dan energi yang mengakibatkan naiknya harga kebutuhan pokok itu juga tidak lepas dari dampak perang Rusia – Ukrania yang sampai sekarang belum mereda,” jelas anggota Komisi C DPRD Jatim.

Sebagaimana diketahui bersama, Rusia merupaka salah satu negara penghasil minyak dan gas yang menjadi sumber  energi yang besar di dunia. Sedangkan Ukrania merupakan salah satu negara penghasil pangan seperti gandum

“Makanya hari ini sudah bisa dirasakan dampanya di berbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Kalau ini tidak cepat selesai maka dampaknya juga akan semakin terasa dan semakin dirasakan oleh kita yang ada di Indonesia maupun di Jatim,” dalih Gus Fawait.

Oleh karenanya, sebuah kebijakan yang bisa mengantisipasi dampak buruk dari krisis global itu sangat diperlukan. Bahkan kebijakan yang bisa membaca peluang juga diperlukan oleh Jatim.

Ia yakin setiap kesulitan itu selalu berbarengan dengan sebuah kesempatan (kemudahan). Dalam nash Alquran dijelaskan, fainnama’al usri yusro innama’al usri yusro. “Dan di dalam benak para pengusaha, setahu saya juga mengikuti seperti itu,” terang Gus Fawait.

Bendahara DPD Partai Gerindra Jatim ini berharap govermance expending (belanja pemerintah) yang dimiliki oleh pemprov Jatim yang sudah disahkan dalam APBD harus dilaksanakan sebaik mungkin dan tidak ditumpuk belanjanya di akhir tahun saja. Tapi betul-betul bisa dilaksanakan per periode dan tentunya bisa dilaksanakan seefektif mungkin dan seefisien mungkin.

“Harapannya, potensi adanya pemilu yang tentunya akan memicu perputaran uang yang besar itu bisa dipadukan dengan tantangan perang Rusia – Ukrania yang memicu krisis global, sehingga bisa diminimalisir dampaknya,” tegas Fawait.

Baca Juga:  Atas Dedikasi Penurunan Angka Stunting, Ketua TP-PKK Gresik Dianugerahi Penghargaan Manggala Karya Kencana

Di tahun terakhir Gubernur Khofifah periode pertama memimpin Provinsi Jatim  akan all out dan habis habisan untuk memaksimalkan pembangunan di Jatim baik yang sudah terencana dengan baik di dalam APBD 2023 maupun nantinya akan dirumuskan di dalam rencana perubahan APBD 2023.

Pada prinsipnya Fraksi Gerindra akan menjadi mitra strategis bagi eksekutif untuk melaksanakan pembangunan yang sudah direncanakan dan tentu kami pasti akan memberikan sebuah masukan masukan yang membangun bukan kritik yang mencibir, kritik yang mencaci-maki tapi kritik yang konstruktif.

“Kritik yang membangun adalah kita bukan hanya  memberikan sebuah masukan namun juga memberikan solusi-solusi karena pada hakikatnya lebih baik kita kasih obat pahit tapi menyehatkan daripada ngasih madu tapi racun yang membunuh,” tegas Gus Fawait.

Fraksi Gerindra akan tetap konsisten dari awal ketika itu baik maka kita tidak segan-segan untuk mengapresiasi namun jika itu dianggap tidak kurang tepat dan akurat seperti kemarin ya kita akan kritisi. Tapi pihaknya yakin sekaliber Bu khofifah tentu bisa melihat potensi yang besar di 2023 dan juga tantangan yang besar di tahun 2023 sehingga pada akhirnya Provinsi Jatim  bisa mendapat manfaat sebaik mungkin dan bisa meminimalisir dampak dari krisis dunia semaksimal mungkin serta pertumbuhan ekonomi Jatim bisa  semakin baik.

“Pertumbuhan ekonomi ini harus diimbangi dengan pemerataan pendapatan yang baik juga sehingga disparitas semakin kecil dan penduduk miskin juga bisa semakin ditekan karena itu menjadi masalah yang belum terselesaikan dan menjadi momok bagi Provinsi Jatim. Sebab secara  pertumbuhan kita memang lebih tinggi dari nasional tapi kemiskinan yang dari tahun sekian sampai hari ini juga masih lebih tinggi persentasenya dari nasional walaupun trendnya sudah semakin baik dan penurunannya juga semakin baik,” pungkas Fawait. (pun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.