Bocah Jember Jadi Korban Ciki Ngebul, Dewan Jatim Minta Masyarakat Waspada

oleh -307 Dilihat

SabdaNews.com  – Anggota DPRD Jatim Satib mengimbau kepada masyarakat Jember pada khususnya dan Jatim pada umumnya untuk waspada terhadsp makanan Ciki Ngebul. Sebab di Jember sudah ada korban anak-anak yang keracunan setelah makanan jajanan tersebut.

“Gubernur Jawa Timur juga sudah mengeluarkan himbauan untuk mewaspadai ciki ngebul,” kata politikus asal Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim, Minggu (15/1/2023).

Kewaspadaan untuk menghindari mengkonsumsi makanan berbahaya ini dapat ditingkatkan oleh semua pihak. Tidak hanya dinas kesehatan, melainkan juga para orang tua dan masyarakat secara luas.

“Penggunaan dan penambahan nitrogen cair pada ciki ngebul sangat berbahaya apabila dikonsumsi. Apalagi untuk efek jangka panjang. Tentunya ini akan berakibat menjadi masalah kesehatan yang fatal,” tegas Satib.

Ia mengatakan Gubernur Khofifah sudah menginstruksikan kepada Kadinkes Jatim  untuk berkoordinasi dengan seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota di Jatim serta BPOM daerah untuk melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap produk pangan siap saji menggunakan nitrogen cair yang beredar luas di masyarakat.

Seorang bocah berinisial G, yang tinggal di Kecamatan Puger Kabupaten Jembet terpaksa harus menjalani operasi bedah karena mengalami infeksi saluran pencernaan usai mengonsumsi ciki ngebul.

Plt Kepala Dinkes as Kabupaten Jember Koeshar Yudyarto mengatakan, pasca muncul beberapa kasus dugaan dampak mengonsumsi ciki ngebul di luar Jember, pihaknya langsung gencar memberikan imbauan dan sosialisasi melalui puskesmas di tiap-tiap kecamatan.

Namun setelah beberapa lama kemudian, di Jember juga terjadi kasus serupa. “Tentu kami akan lebih gencar melakukan sosialisasi supaya tidak banyak masyarakat yang menjadi korban paska konsumsi Ciki Ngebul,” pungkas Yudyarto. (pun)
Baca Juga:  Safari Ramadhan di Kab. Kediri, Pj. Gubernur Adhy Serahkan Santunan 1.000 Anak Yatim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.