Bank Jatim Dukung Program Kemenkeu Lewat Bantuan UMKM & KUR

oleh -399 Dilihat

SUMENEP.SabdaNews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (bankjatim) turut serta dalam rangkaian kegiatan kunjungan Kemenkeu RI ke Jawa Timur dengan memberikan bantuan pelaku UMKM  dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Pendopo Kabupaten Sumenep. Kamis (2/2/2023).

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sambutan menyampaikan bahwa salah satu dukungan pemerintah bagi pembiayaan UMKM diwujudkan melalui skema subsidi bunga/ margin, seperti Suku Bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Dengan skema tersebut, pemerintah menanggung sebagian bunga yang ditanggung oleh debitur dalam bentuk subsidi bunga. Subsidi bunga diberikan berdasarkan selisih antara suku bunga kredit dikurangi dengan suku bunga yang ditanggung oleh debitur. Dengan suku bunga yang rendah, masyarakat atau pelaku UMKM tidak terbebani”, ujar Sri Mulyani

Bantuan dukungan UMKM diberikan bankjatim kepada H. Mohammad yang bergerak di bidang usaha Industri Peralatan Dapur. Bankjatim memberikan bantuan dalam bentuk Alat Produksi Cetak, Roll play dan cetak wajan senilai Rp. 45.000.000,- kepada nasabah yang beralamatkan di Desa Kalianget Timur Kabupaten Sumenep.

Selain bantuan, bankjatim juga menyalurkan kredit KUR kepada Hariyanto salah satu nasabah yang berasal dari Desa Palongan Bluto Sumenep. Penyaluran KUR sebesar Rp. 500 juta itu diserahkan langsung secara simbolis oleh Direktur Mikro,Ritel dan Menengah bankjatim R. Arief Wicaksono kepada UMKM yang bergerak di bidang produksi keris ini.

Baca Juga:  Mampu Hemat Hingga Ratusan Miliar Rupiah Karena Digitalisasi, Petrokimia Gresik Dinobatkan Sebagai Top Corporate Digital  2022 #Stars 4  

Dalam kesempatan tersebut, Arief menyampaikan bahwa bantuan UMKM dan penyaluran KUR ini merupakan upaya bankjatim dalam mendukung program Kemenkeu RI.

“Program KUR ini merupakan program pemerintah yang harus kita sukseskan bersama, bankjatim akan terus mendukung program Kemenkeu khususnya dalam rangka memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja”, pungkas Arief. (pun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.