Amar Saifudin Dorong Petani Brondong Gunakan Pupuk Organik Untuk Kurangi Ketergantungan Pupuk Subsidi 

oleh -156 Dilihat

LAMONGAN.SabdaNews.com – Anggota DPRD Jatim dapil Lamongan – Gresik mendorong para petani yang ada di kawasan Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk bersubsidi dengan beralih ke pupuk organik yang bisa dibikin sendiri oleh kelompok tani.

Pernyataan itu disampaikan politikus asal Fraksi PAN DPRD Jatim saat menggelar reses III tahun 2022 di Desa Brengkok dan Desa Lembor Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan, Jumat (14/10/2022).

“Kebijakan pemerintah kurang berpihak kepada petani, jadi sebaiknya para petani mulai belajar mandiri dan berinovasi membuat pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan bercocok tanam,” kata Amar Saifudin.

Wakil ketua Komisi B DPRD Jatim ini mengakui keluhan petani di seluruh Jatim hampir sama yakni soal kelangkaan pupuk bersubsidi. Penyebab utamanya, kata Amar karena pemerintah mengurangi anggaran untuk subsidi pupuk sehingga antara jumlah kebutuhan kelompok tani dengan kuota pupuk subsidi yang diberikan pemerintah tidak berimbang.

“Berdasarkan E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) itu misalnya 1 juta ton, pemerintah hanya mampu memberikan 500 ribu ton, ya sudah pasti tidak mencukupi. Jadi sebenarnya bukan pupuk langka tapi kuota pupuk subsidinya yang berkurang,” beber mantan Wabup Lamongan ini.

Komisi bidang Perekonomian DPRD Jatim bahkan sudah berjuang meminta tambahan kuota pupuk subsidi kepada pemerintah pusat melalui kementerian pertanian. Namun tambahan itu masih kurang atau belum mampu memenuhi kebutuhan riil petani Jatim.

Ketidakberpihakan kebijakan pemerintah kepada petani, lanjut Amar berbanding terbalik ketika menyangkut kepentingan orang-orang kaya maupun pengusaha.

“Pajak pembelian mobil baru di bawah 20 juta justru disubsidi pemerintah sehingga menjadi gratis (nol). Tapi untuk subsidi pupuk yang dibutuhkan petani justru dikurangi, bahkan tinggal Urea dan Phonska saja yang disubsidi,” bebernya.

Ia juga mendorong petani menanam komoditas yang banyak dibutuhkan industri dalam negeri karena selama ini sebagian bahan bakunya masih import, serta harga jualnya bagus dan stabil.

“Disini banyak yang menanam jagung, kalau bisa itu dipertahankan sebab pabrik pakan ternak di Jatim masih kekurangan jagung. Apalagi di wilayah Kemantren Paciran akan dibangun pabrik pakan ternak Comfid yang tentunya sangat membutuhkan pasokan jagung sebagai bahan utama produksi,” tegas Amar.

Di sisi lain, Amar juga mendorong masyarakat bisa memanfaatkan lahan kehutanan sosial untuk bercocok tanam karena provinsi Jatim mendapat jatah yang cukup banyak dari pemerintah pusat.

“Di wilayah Ngimbang Lamongan, lahan perhutani bisa dimanfaatkan untuk tanaman tebu untuk memasok kebutuhan pabrik gula KTM. Tentunya disini juga bisa untuk tanaman jagung, silahkan ajukan nanti saya bantu hubungi pihak Perhutani,” jelasnya.

Sementara itu Sekdes Brengkok Rodi Santoso mengakui banyak petani yang mengadu soal kelangkaan pupuk. Namun masyarakat di bawah tidak tahu harus mengadu kemana sehingga hanya bisa pasrah menerima keadaan.

Ia juga berharap anggota DPRD Jatim bisa membantu pengembangan koperasi perdagangan yang baru dirintis Nasyiatul Aisyiah Brengkok untuk dakwah ekonomi. Selain itu juga membantu peternak korban PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) karena mereka sudah tidak memiliki ternak lagi.

Senada, Kades Lembor Mohammad Naim menyatakan paska wabah PMK, sejumlah peternak sapi masih galau karena banyak ternak sapi yang mati secara tiba-tiba tanpa ada gejala seperti PMK.

“Kami mohon dibantu dicarikan solusi sebab paska PMK mereda, masih banyak ternak sapi yang mati secara tiba-tiba,” kata Moh Naim.

Selain masalah ternak, pihaknya juga tengah merintis pemanfaatan waduk desa untuk sarana rekreasi edukatif dan bumi perkemahan.

“Tiga kecamatan di wilayah Lamongan utara belum memiliki bumi perkemahan sehingga kami berisiatif memanfaatkan waduk desa seluas 6 hektar itu untuk bumi perkemahan. Kalau bisa dibantu anggaran untuk memenuhi sarana dan prasarananya,” ungkap Naim.

Ia juga bersyukur berkat fasilitasi anggota DPRD Jatim sehingga Desa Lembor bisa berprestasi di tingkat provinsi terkait pemanfaatan obat akropresure hingga diundang pada paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi ke -77 Provinsi Jatim pada 12 Oktober lalu. (pun).
Baca Juga:  Gus Yani Tinjau Pembangunan TPST Belahanrejo Yang Sebentar Lagi Rampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.