SabdaNews.com – Anggota DPRD Jawa Timur, Nur Faizin mengingatkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali segera membenahi fasilitas keselamatan di Jembatan Suramadu menyusul masih terjadinya kecelakaan berantai di jalur akses Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) beberapa hari lalu.
Politikus asal Bangkalan Madura itu juga menilai sejak kebijakan pembebasan tarif jembatan Suramadu pada 2018 silam bukan menjadi alasan menurunkan kualitas pemeliharaan maupun standar keselamatan pengguna jalan dan jembatan Suramadu. Minimnya penerangan jalan dan rambu-rambu lalu lintas juga menjadi persoalan yang harus segera mendapat perhatian. Sebab kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.
“Yang saya lihat, penerangannya masih menjadi persoalan. Rambu-rambu lalu lintas juga masih sangat minim. Teman-teman Komisi D DPRD Jatim juga sudah memberikan atensi agar fasilitas di kawasan Suramadu segera diperbaiki. Jangan sampai kecelakaan terus berulang karena minimnya penerangan dan rambu-rambu jalan,” beber politkus asal PKB.
Legislator asal Madura itu menegaskan, status Jembatan Suramadu yang telah lama digratiskan tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas layanan kepada masyarakat.
“Suramadu memang sudah gratis. Tapi jangan sampai karena alasan sudah gratis, lalu kualitas fasilitas dan standar keselamatannya justru ikut berkurang,” jelas Nur Faizin.
Saat ini, pemeliharaan Jembatan Suramadu menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN Jawa Timur–Bali. Karena itu, pihaknya berharap peningkatan fasilitas keselamatan menjadi prioritas agar pengguna jalan memperoleh rasa aman dan nyaman saat melintasi jembatan terpanjang di Indonesia tersebut.
Selain menyoroti aspek infrastruktur, Nur Faizin juga mengingatkan pentingnya disiplin pengemudi dalam menjaga keselamatan perjalanan. Imbauan itu disampaikan setelah kedua orang tuanya menjadi penumpang bus pariwisata yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di Jembatan Suramadu beberapa waktu lalu.
“Kebetulan bapak dan ibu saya berada di rombongan bus pariwisata itu. Alhamdulillah keduanya selamat, hanya mengalami sedikit trauma,” dalihnya.
Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarganya, kecelakaan diduga dipicu sopir yang mengalami microsleep tetap melanjutkan perjalanan meski sebelumnya sempat hampir mengalami kecelakaan di wilayah Pasuruan.
“Informasi yang saya terima, sopir diduga mengalami microsleep. Sebelumnya bus juga sempat hampir menabrak di Pasuruan, tetapi perjalanan tetap dilanjutkan hingga akhirnya terjadi kecelakaan di Suramadu,” beber Nur Faizin.
Karena itu, ia mengimbau para sopir, khususnya pengemudi angkutan umum dan bus pariwisata, agar tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk.
“Kami mengimbau kepada para sopir, kalau mengangkut penumpang dan merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu. Jangan dipaksakan karena keselamatan penumpang harus menjadi prioritas,” pungkas Nur Faizin.
