Home PEREKONOMIANKontes Bandeng Kawak 2026 di Bulan Hari Jadi Gresik

Kontes Bandeng Kawak 2026 di Bulan Hari Jadi Gresik

by sabda news

GRESIK, SabdaNews.com- Kota Gresik memperingati hari jadinya ke – 539 pada  9 Maret 2026. Tanggal itu diambil dari pengukuhan Sunan Giri sebagai Raja di Kerajaan Giri Kedaton bergelar Prabu Satmata, tepatnya pada 9 Maret 1487.   Selain memperingati hari jadi Gresik juga diperingati   HUT Pemkab Gresik ke-52.  Kedua peringatan bersejarah itu semakin spesial manakala di bulan Maret yang bertepatan dengan Ramadan 1447 H ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik kembali menggelar Kontes Bandeng Kawak 2026 Senin-Rabu (16-18/3/2026) secara meriah sebagai bagian dari rangkaian tradisi tahunan Pasar Bandeng.  Kontes bandeng berukuran raksasa juga diadakan kirab budaya serta pembagian ribuan bandeng gratis kepada masyarakat.

Kirab budaya dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/3/2026) mulai pukul 15.30 WIB. Kirab dimulai dari Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik di Jalan Pahlawan, kemudian melintasi Jalan Wachid Hasyim dan berakhir di Pendopo Alun-Alun Gresik.

Dihubungi terpisah Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Kabupaten Gresik, drg. Saifudin Ghozali, mengatakan kirab budaya menjadi bagian penting dalam memeriahkan tradisi bandeng yang telah melekat kuat sebagai identitas Kota Pudak.  “Kirab ini akan membawa berbagai simbol budaya serta tradisi Gresik. Selain itu juga ada kegiatan udik-udikan untuk masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan sekitar 1.000 ekor bandeng segar yang akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat di sepanjang rute kirab. Bandeng dibawa saat arak-arakan berlangsung sebelum kemudian dibagikan kepada warga.  “Bandeng yang dibagikan ada 1.000 ekor dalam kondisi fresh. Jadi saat kirab dibawa dan kemudian dibagikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain pembagian bandeng, masyarakat juga akan mendapatkan udik-udikan hasil bumi berupa sayur dan buah. Kirab budaya turut dimeriahkan berbagai kesenian tradisional khas Gresik, salah satunya pertunjukan pencak macan. Selain itu, panitia menyiapkan sekitar 2.000 porsi bandeng siap saji lengkap dengan nasi yang akan dibagikan kepada pengunjung saat puncak acara Kontes Bandeng Kawak malam harinya.  drg Ghozali mengungkapkan bahwa Pasar Bandeng dan Kontes Bandeng Kawak kini telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).

Sebagai informasi Pada 2025 lalu, Kabupaten Gresik mengajukan lima tradisi budaya yang kemudian mendapatkan sertifikasi dari kementerian pada awal 2026. Kelima warisan budaya tersebut meliputi Pasar Bandeng, Rebo Wekasan, Malam Selawe, Pencak Macan, dan Kupat Keteg

Tradisi Pasar Bandeng

Diadakan setiap malam 27-29 Ramadan, Pasar Bandeng ini merupakan tradisi turun temurun dan merupakan warisan yang dipelopori oleh Walisongo yang sampai sekarang masih dilakukan dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.  Tradisi pasar bandeng kota Gresik ini pertama kalinya dilakukan oleh Sunan Giri yang bertujuan untuk menggangkat perekonomian rakyat setempat dengan melihat wilayah kota Gresik yang bagus untuk pertambakan.

Pada zaman dahulu masyarakat masih belum terbantu perekonomiannya,  belum mengenal adanya hal – hal seperti perdagangan, mungkin ada sebagaian namun masih belum stabil. Oleh karena itu Kira-kira pada abad ke 15 Sunan Giri membantu perekonomian masyarakat setempat dengan cara mengolah dan memasarkan hasil bumi.

Saat ini, Festival Kontes dan Lelang Bandeng Kawak merupakan acara puncak di dalam rangkaian kegiatan pasar bandeng tersebut. Berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan pada festival tersebut diantaranya Live Cooking (memasak aneka bandeng) , makan bandeng gratis untuk masyarakat Gresik yang berkunjung ke Festival, santunan anak yatim, penampilan teaser video tentang Sejarah Pasar Bandeng.

Pemberian penghargaan kepada Budayawan Kabupaten Gresik, penyajian masakan kepada tamu VVIP, penampilan video penilaian pemenang kontes bandeng, pengumuman pemenang kontes bandeng (tiga bandeng pemenang akan dilelang di atas panggung), pemberian hadiah oleh Bupati dan Wakil Bupati Gresik, diakhiri dengan kegiatan lelang bandeng dan foto bersama bersama pemenang lelang bandeng. ( Kontributor Mahfudz Efendi/Red)

You may also like

Leave a Comment