GRESIK ,SabdaNews.com– Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan reses di Desa Betoyoguci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Senin (23/2/2026). Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Panggah Susanto itu turut dihadiri Bupati Gresik dan jajaran terkait itu mendengarkan langsung aspirasi petambak. Dalam pertemuan tersebut, persoalan ketersediaan pupuk subsidi menjadi sorotan utama. Para pembudidaya ikan mengeluhkan distribusi pupuk yang kerap tidak menentu.
Kepala Desa Betoyoguci, H. Muhammad Suhel, menyampaikan bahwa persoalan pupuk kerap menjadi kendala klasik. “Selama ini kadang ada uang tapi tidak ada barang. Atau ada barang tapi petani tidak punya uang. Kami berharap pupuk subsidi benar-benar tersedia dan distribusinya lancar,” ujarnya.
Selain pupuk, Suhel juga berharap pemerintah segera merealisasikan pengerukan Sungai Corong, anak Sungai Bengawan Solo yang membelah desa. Pendangkalan sungai Corong dinilai menghambat sirkulasi air tambak. “Kalau sungai bisa didalami, kami optimistis produksi bisa meningkat. Harapannya dalam setahun bisa panen sampai tiga kali,” tambahnya.

Kades Suhel juga meminta adanya kestabilan harga hasil tambak agar usaha budidaya tetap menguntungkan dan harga tidak dipermainkan tengkulak. Untuk diketahui, Desa Betoyoguci memiliki total 375 hektare lahan pertanian, dengan 350 hektare di antaranya berupa tambak ikan dengan 125 petani telah tergabung dalam kelompok tani setempat. Setiap hektare tambak membutuhkan sekitar 2 kuintal pupuk SP-36 dan 3 kuintal pupuk urea per tahun. Komoditas yang dibudidayakan meliputi bandeng, udang vaname, udang windu serta bader.
Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam sambutannya menyampaikan potensi perikanan dan pertanian di Gresik menjadi salah satu komoditas andalan di tengah industrialisasi, dengan sekitar 28 ribu hektare tambak perikanan dan 39 ribu hektare lahan pertanian. “Beberapa tahun belakangan ini kami mengalami kegelisahan. Kabupaten Gresik memiliki lebih dari 28 ribu hektare lahan budidaya. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujarnya. “Selama ini para petambak mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk. Namun, dengan kunjungan Komisi 4 DPR RI ini, persoalan pupuk untuk petambak akan mendapatkan solusi,” tuturnya.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, menyampaikan bahwa aspirasi Pemerintah Kabupaten Gresik telah dibahas dalam Panja Pupuk di Petrokimia dan resmi masuk dalam rekomendasi subsidi nasional. “Alhamdulillah, tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional. Ke depan kami akan fokus pada pembenahan data agar distribusi tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan seperti sebelumnya,” ujarnya.(lim/Red)
