Home GaleriPimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Lowayu, Kecamatan Dukun,  Peringati  Harlah 1 Abad NU, Dengan Meriah

Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Lowayu, Kecamatan Dukun,  Peringati  Harlah 1 Abad NU, Dengan Meriah

by sabda news

GRESIK, SabdaNews.com– Dalam rangka memperingati Harlah 1 Abad NU, Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik menggelar kegiatan Ziarah ke makam Syaikhona Kholil Bangkalan Madura, Ketua Umum Tanfidziyah PBNU pertama (1926-1934) KH. Hasan Basri Sagipodin atau sering disapa Hasan Gipo Surabaya dan Mbah Sunan Ampel Surabaya pada Ahad, (8/2/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang perjuangan wali songo dan perjuangan para muassis NU yang telah meletakkan fondasi aqidah umat di Indonesia, serta untuk meningkatkan spiritualitas kader dalam mengabdi di NU yang sudah berusia 1 Abad.

Kegiatan ini sangat istimewa, sebab dipimpin langsung oleh Ustadz Muhammad Muslihan selaku ketua NU, P. Solanam, P. Siswanto dan P. Muhammad Rohmat selaku pengurus NU Ranting Lowayu. Disetiap titik kunjungan, di isi dengan kegiatan Khotmil Qur’an dan dilanjut dengan membaca do’a bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Ketua Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Lowayu, Hj. Nazilah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan spiritualitas kader dan juga untuk mengenang jasa para ulama terkhusus Syaikhona Kholil dimana beliau adalah guru utama dari Hadratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dan para Kyai yang telah mendirikan NU.  “Syaikhona Kholil Bangkalan beliau adalah guru utama para Kyai pendiri Nahdlatul Ulama (NU), termasuk KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wahab Hasbullah yang berperan sebagai inspirator spiritual lahirnya NU pada 1926,” tutur Hj. Nazilah.

Nazilah menambahkan, Syaikhona Kholil inilah yang memberi restu melalui tongkat dan tasbih yang di antarkan kepada Hadratus Syaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari lewat santri beliau yang bernama As’ad Syamsul Arifin (KH. As’ad Syamsul Arifin). Beliau juga menancapkan prinsip hubbul wathan minal iman (cinta tanah air), kepada santri – santrinya yang dikemudian hari menjadi Kyai – Kyai besar di Nusantara.  ” Syaikhona Kholil inilah yang memberi restu kepada KH. Muhammad Hasyim Asy’ari untuk mendirikan NU lewat isyarat pemberian tongkat dan tasbih yang di antarkan KH. As’ad Syamsul Arifin,” tambah Nazilah.

Ustadz Muhammad Muslihan, M.Pd., selaku ketua NU Lowayu yang turut hadir dalam rombongan kegiatan tersebut menyampaikan harapan, dengan usia NU yang sudah memasuki satu abad ini, semoga menjadikan organisasi NU semakin maju, semakin digdaya dalam mengemban amanat keumatan, baik kemaslahatan sosial kemasyarakatan maupun sosial keagamaan. Sehingga NU semakin dicintai dan diminati keberadaanya.

” Diusia NU yang sudah satu abad ini, semoga menjadikan organisasi NU semakin maju dan digdaya dalam berjuang, mengemban amanat keumatan, baik kemaslahatan sosial maupun keagamaan. Sehingga menjadikan NU semakin dicintai dan diminati keberadaannya di tengah – tengah masyarakat,” tutur ustadz Muhammad Muslihan. (Mbah Singo/Red)

You may also like

Leave a Comment