GRESIK, SabdaNews.com- Berbalut suasana guyub dan penuh kekeluargaan, warga Dusun Brakung, Desa Sumari, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, menggelar tradisi tasyakuran Sedekah Bumi Tahun 2026 di Tlaga Dusun Brakung, (13/9/2026) malam. Acara tahunan ini kian semarak dengan dihadirkannya pagelaran wayang kulit yang menyedot perhatian warga setempat. Tradisi Sedekah Bumi ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk memanjatkan rasa syukur atas berkat kelimpahan rezeki, keselamatan, dan hasil bumi yang didapat.
Selain mempererat tali silaturahmi antar warga, momen ini menjadi langkah nyata dalam merawat kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Hadir dalam tasyakuran tersebut Camat Duduksampeyan Maerista Dedy Hartadi, Danramil 0817/11 Duduksampeyan yang diwakili Serka Pujiyanto, Kapolsek Duduksampeyan diwakili Aipda Mujib, Kepala Desa (Kades) Sumari Arif Wijaya, Ketua BPD Sutini beserta anggota, jajaran Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda Karang Taruna, serta masyarakat Dusun Brakung.
Sementara Kades Sumari, Arif Wijaya, menegaskan bahwa agenda Sedekah Bumi tidak boleh dipandang sekadar perayaan rutin tiap tahun. Bagi jajaran pemerintah desa dan warga, kegiatan ini adalah fondasi utama untuk merawat persatuan, memperkuat tali silaturahmi, dan menghidupkan kembali semangat gotong royong warga Desa Sumari, khususnya Dusun Brakung. ”Sedekah Bumi ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan dan semangat kekeluargaan antar warga. Pagelaran wayang kulit yang kami sajikan juga punya nilai strategis bagi generasi muda. Selain hiburan, wayang memuat tatanan pesan moral serta nilai kehidupan yang harus diwariskan agar anak cucu kita tidak kehilangan jati diri budaya bangsa,” ujar Arif Wijaya.
Arif menambahkan, pelestarian seni tradisional seperti wayang kulit di tingkat desa merupakan bagian dari komitmennya untuk memastikan pembangunan di Desa Sumari berjalan selaras tidak hanya berfokus pada fisik dan ekonomi, tetapi juga menjaga akar budaya serta karakter masyarakat. Sementara di tempat terpisah Serka Pujiyanto mengatakan, kehadiran jajaran TNI dari Koramil 0817/11 Duduksampeyan yang diwakili oleh Babinsa Serka Pujiyanto memberi warna tersendiri dalam kemeriahan tasyakuran malam itu. Tak sekadar hadir sebagai tamu undangan, Serka Pujiyanto tampak berbaur aktif, mengobrol, dan menikmati tasyakuran bersama masyarakat binaannya.
Keterlibatan aktif ini menunjukkan besarnya perhatian serta komitmen Babinsa dalam mengawal kegiatan sosial keagamaan dan kebudayaan di wilayahnya. ”Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain sarana ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tasyakuran ini terbukti efektif mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Kami dari jajaran TNI akan selalu hadir dan mendukung penuh tiap agenda positif yang memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegas Serka Pujiyanto.
Ia juga mengapresiasi tingginya kepedulian warga Dusun Brakung dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta kerukunan selama seluruh rangkaian acara berlangsung. Simbol Harmonisme Pemdes, Aparat, dan Warga pagelaran wayang kulit yang berlangsung hingga larut malam tersebut berjalan aman, tertib, dan penuh antusiasme. Kehadiran elemen Forkopimcam, jajaran Pemdes Sumari di bawah kepemimpinan Kades Arif Wijaya, pendampingan dari TNI melalui Serka Pujiyanto, menjadi potret nyata kuatnya sinergi di Dusun Brakung. Melalui perayaan Sedekah Bumi 2026, warga Dusun Brakung tidak hanya merawat warisan leluhur, tetapi juga mengukuhkan rasa persaudaraan. Dari rasa syukur tumbuh kebersamaan, dari kebersamaan lahir kerukunan, dan dari budaya yang dijaga, terpelihara jati diri bangsa yang kokoh.(lim/Red)
