GRESIK , SabdaNews.com-Salah satu pelajaran dari bapak kita yaitu Nabi Ibrahim adalah bersuci dengan khitan ( circumisasi ) berupa memotong sebagian kulit penutup saluran kencing. Tugas dari orang tua adalah mengajarkan kebersihan sekaligus mengajarkan kepada anak bahwa hidup harus berani meneteskan sebagian darah. Takmir Masjid Baitussalam Kelurahan / Kecamatan Kebomas, bekerja sama dengan UPZ PLN UP Gresik, Lazis PLN serta Nurul Hayat berhasil menghitan 32 anak dari beberapa desa dan kelurahan, termasuk 6 anak dari anak jalanan terminal Gubernur Suryo.
Pembimbing anjal Ustadzah Iin Budiarti sebenarnya sejak liburan sekolah disambati binaannya yang pengamen, pengemis dan pedagang asongan untuk ber khitan namun tanpa anggaran. Setelah berunding dengan sesama pembina dan juga mencari tenaga khitan serta donatur, maka ketemulah beberapa pihak dan bisa terlaksana khitan. ” Bagi kami, bisa membantu meringankan beban orang tua binaan, terkait untuk khitan yang biayanya bisa mencapai 1 juta bahkan lebih, apalagi masih menerima bingkisan berupa kaos, alat sekolah dan tas, serta pengobatan hingga sembuh,” terang Iin. Minggu (13/9/2026).
Kepala Nurul Hayat Solihul Amin, mengaku pihaknya bekerja sama dengan UPZ PLN NP UP Gresik dan Takmir Masjid Baiturrahman bisa menyelenggarakan khitan massal dan gratis serta mendapatkan uang saku serta seperangkat alat sekolah. ” Bagi kami ini adalah sebuah langkah untuk membantu warga masyarakat yang kesulitan mengkhitankan puteranya terkait biaya, dan kami hanya menyalurkan para Muzakki serta dermawan untuk mewujudkan keinginan untuk toharoh atau bersuci bagi anak anak,” terang Amin. Khitan massal bagi keluarga kurang manpu kali ini di ikuti 32 anak dan 6 diantaranya adalah anak jalanan terminal Gubernur Suryo. ( Ali/Red )
