GRESIK, SabdaNews.com– Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Klangonan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa bersama masyarakat mencari langkah pencegahan agar keamanan dan ketertiban lingkungan semakin terjaga. Salah satu upaya yang mulai disiapkan adalah penerapan sistem satu pintu akses keluar-masuk desa pada malam hari, disertai pemasangan portal di sejumlah akses jalan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sekaligus memudahkan warga melakukan pemantauan terhadap aktivitas orang maupun kendaraan yang keluar-masuk wilayah desa.
Langkah awal dilakukan melalui sosialisasi dan musyawarah desa (musdes) pada 15 Juni 2026 lalu. Dalam forum tersebut, keamanan lingkungan menjadi salah satu pembahasan penting, terutama menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya pencurian kendaraan bermotor dan potensi tindak kriminal lainnya. Rencana pemasangan portal kemudian menjadi bagian dari langkah nyata untuk meningkatkan pengawasan akses desa. Namun, penerapan sistem satu pintu pada malam hari masih memerlukan pembahasan lebih lanjut agar pelaksanaannya tidak mengganggu aktivitas masyarakat serta tetap mempertimbangkan akses warga dari desa-desa tetangga.

Respons positif datang dari masyarakat. Warga menyatakan mendukung langkah pemerintah desa dan berharap sistem satu pintu dapat segera diterapkan, khususnya pada jam malam. Menurut warga, pembatasan akses bukan semata-mata untuk membatasi mobilitas masyarakat, melainkan sebagai upaya membangun sistem keamanan lingkungan yang lebih terkontrol. Selain portal, warga juga mendorong agar poskamling kembali diaktifkan. Jadwal ronda malam diharapkan dapat disusun secara bergiliran sehingga pengamanan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.
Kepala Desa Klangonan M. Ajir mengatakan pihaknya mendukung keinginan masyarakat untuk segera mewujudkan kondisi lingkungan desa yang lebih aman. Namun, menurut Ajir, penerapan sistem satu pintu masih perlu dikomunikasikan dan didiskusikan bersama desa-desa tetangga yang berbatasan langsung dengan Desa Klangonan. “Kami mendukung keinginan warga untuk segera mewujudkan keamanan wilayah desa. Tetapi penerapannya tentu perlu dibicarakan lebih lanjut, terutama dengan desa tetangga yang berbatasan langsung dengan Klangonan,” ujarnya, Selasa (8/9/2026)
Pemerintah desa berharap upaya tersebut dapat menjadi langkah preventif untuk meminimalisir curanmor maupun tindak kejahatan lainnya. Dengan adanya portal, sistem satu pintu pada malam hari, serta kembali aktifnya poskamling dan ronda warga, keamanan desa diharapkan tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat. Bagi Desa Klangonan, menjaga keamanan bukan sekadar memasang portal. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kepedulian dan gotong royong warga dalam menjaga lingkungan, sehingga suasana desa tetap aman, nyaman dan kondusif. (lim/Red)
