GRESIK,SabdaNews.com — Suasana berbeda dan penuh nuansa kebersamaan tampak di lingkungan SMK Al Ikhlash Mulyorejo, Dalegan, Panceng, Gresik, Sabtu (5/9). Sekolah menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Live Cooking sekaligus pertukaran budaya yang mempertemukan pelajar dan tamu dari berbagai negara. giatan tersebut dihadiri Nayeera dari Jerman, serta Indira dan Khumar dari India. Kehadiran para tamu internasional ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar SMK Al Ikhlash untuk memperkenalkan budaya, tradisi, pendidikan, serta keramahan masyarakat Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Welcoming Guests yang diiringi musik gamelan. Para tamu bersama pendamping dan guru kemudian mengikuti Cultural Welcome, menyaksikan secara langsung penampilan musik tradisional Jawa sebagai salah satu bentuk pengenalan kekayaan budaya Indonesia. cara dilanjutkan dengan Seremonial & Welcome Session, yang meliputi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ikhlash, perkenalan para tamu, serta sesi pengantar dan diskusi bersama perwakilan tamu.
Memasuki agenda utama, para tamu internasional mengikuti Live Cooking Experience. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi memasak, tetapi juga berkesempatan berbagi pengalaman dan menikmati hasil olahan bersama. Kehadiran Nayeera dari Jerman serta Indira dan Khumar dari India membuat kegiatan semakin menarik. Interaksi lintas negara tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk berkomunikasi, mengenal kebiasaan dan budaya negara lain, sekaligus membangun keberanian untuk berinteraksi dengan masyarakat internasional.
Setelah kegiatan di sekolah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pasir Putih Beach untuk menikmati suasana pantai sekaligus mempererat kebersamaan. Kegiatan wisata tersebut menjadi penutup rangkaian agenda sebelum para tamu meninggalkan lokasi. Kepala sekolah dan keluarga besar SMK Al Ikhlash berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam membangun wawasan global dan persahabatan lintas budaya. “Cook with Heart, Connect with Culture” menjadi semangat yang terasa dalam kegiatan tersebut—memasak bersama, berbagi cerita, dan membangun persahabatan tanpa batas negara.
” Memberikan pengalaman secara nyata serta mempraktekkan bahasa Inggris dengan komunikasi secara langsung antar pribadi siswa, sehingga pengetahuan, wawasan, serta kemampuan komunikasi menggunakan bahasa internasional, tentunya membawa kesan yang cukup mendalam,” terang Abdullah Alam sangat kepala sekolah. ( Ali /Red)
