Wabup Gresik Serukan Lingkungan Pendidikan Tanpa Diskriminasi dan Ciptakan Suasana Sekolah Layak Anak

oleh -501 Dilihat

GRESIK, SabdaNews.com- Guru  tidak hanya memiliki peran sebagai pendidik. Namun,  guru harus mampu hadir menjadi teman atau sahabat bagi peserta didiknya selama berada di sekolah.

Demikian disampaikan Hj. Aminatun Habibah Wakil Bupati Gresik saat memberikan arahan kepada puluhan kepala sekolah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU se-Kabupaten Gresik. Para Kepala Sekolah SD/MI, SMP, MTs dan MA dilingkup LP Ma’arif NU tersebut hadir di Aula SMA NU 1 Gresik, Selasa (14/02/2022).

Selaku Wabup, Bu Min mendorong agar terciptanya suasana lingkungan sekolah yang ramah anak dan menghilangkan segala bentuk diskriminasi. Ia menuturkan bahwa sekolah harus memperlakukan sama kepada seluruh siswa saat berada di sekolah.

“Saya harap ini menjadi atensi para kepala sekolah agar menjaga pengelolaan dan prinsip yang baik. Prinsip ini adalah  bagaimana sekolah mampu menciptakan lingkungan yang aman, bagaimana kolaborasi antara orang tua, guru dan anak. Ini perlu pengelolaan yang baik sehingga tercipta sekolah dengan suasana yang ramah terhadap anak,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Sekolah Ramah Anak merupakan hijrah hati. Pasalnya  dalam melaksanakan Sokolah Ramah Anak ini tidak semudah membalikan telapak tangan.

“Melaksanakan Sekolah Ramah Anak jika hati kita sebagai orang pendidik dan orang tua tidak tersentuh hatinya, tidak mampu mengubah paradigma yang selama ini terjadi.  Anak-anak kita adalah anak-anak yang harus dilindungi baik di rumah dan di sekolah atau di manapun,” ujarnya.

Baca Juga:  Terus Berbenah , Taman Sekolah UPT SMPN 10 Gresik Semakin Indah

Dikatakan Bu Min, peran guru  dalam menciptakan Sekolah Ramah Anak juga sangat penting. Sebab guru atau tenaga pendidik adalah ibarat orang tua murid saat berada di lingkungan sekolah. Guru berperan penting dalam menciptakan sekolah yang ramah anak.

Karena guru memiliki berbagai peran yang dapat dimainkan dan diterapkan kepada anak terutama di dalam kelas. “Yaitu guru sebagai sumber dari informasi, menjadi seorang fasilitator, menjadi seorang pengelola, demonstrator dan motivator sehingga pendidikan menjadi layak bagi anak,” pungkasnya. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.