Seminar Menjawab Problematika Pemuda dalam Prespektif Fiqih, PR IPNU-IPPNU Bambe

oleh -402 Dilihat

GRESIK, SabdaNews.com- Persiapan menjelang gawe akbar Harlah Satu Abad Nahdaltul Ulama (NU) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, pada Selasa (7/2/2023) nanti, bukan hanya dirasakan di kabupaten sidoarjo saja.

Terbukti pada minggu 5 Februari 2023, bertepatan dengan 14 Rajab 1444 H. Usia yang bertambah matang dan dewasa bagi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang lebih dari setengah abad berkhidmat Pada Poros Pengkaderan Pelajar Serta pemuda, Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Bambe kecamatan driyorejo melaksanakan Seminar dengan Tema yang cukup menarik bagi millenial yaitu Menjawab Problematika Pemuda dalam Prespektif Fiqih, di gedung pertemuan desa tersebut.

Kegiatan yang bertempat diujung perbatasan surabaya dan sidoarjo tersebut tidak menjadi halangan dari audien yang datang, bahkan ada yang rela datang dari kecamatan lain dan dari daerah jombang.

Adapun dari jajaran banom turut hadir memeriahkan seminar yang dimulai pukul 08.00 wib tersebut. Mulai dari jajaran Pengurus Ranting Desa Bambe, GP Ansor, fatayat, muslimat, IPNU-IPPNU Kecamatan driyorejo serta PC IPNU-IPPNU Gresik.

Ketua panitia (Dwi Wahyu) sampai menutup pendaftaran H-2 hari dikarenakan peserta yang mengikuti sudah lebih dari kapasitas tempat pertemuan, yaitu berjumlah 160 peserta.

Dalam sambutannya Camat driyorejo (Narto) mendorong bagaimana pentingnya peran pemuda untuk menjawab keraguan serta kekhawatiran pemuda dizaman sekarang “Saya berharap dari PR IPNU-IPPNU Bambe ini untuk lebih sering mengadakan kegiatan yang positif, sehingga desa yang menjadi tolak ukur desa se-driyorejo ini bisa melahirkan bakat-bakat mulai dari pemuda nya, saya tunggu di MTQ Tingkat kabupaten 2 tahun sekali” karena sangat terpesona dengan suara lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dari salah satu kader IPPNU tersebut.

Baca Juga:  Buka Bersama Keluarga Besar Yayasan Khadijah, Khofifah: Jadikan Ilmu Pengantar Kesuksesan Dunia Akhirat

Senada dengan hal tersebut (Syifa’ul Mukminin) Ketua PC IPNU Gresik sekaligus sebagai pemateri menekankan bagaimana fundamental nya IPNU-IPPNU mengikuti zaman didaerah nya masing-masing “bagaimana tidak bangga kita yang menjadi bagian organisasi terbesar se-Indonesia harus berperan dan terlibat aktif pada apapun itu yang mempunyai nilai positif di tempat kita berada”

Lora Husein Basyaiban, sebagai pemateri utama menjadi fokus pada seminar tersebut karena dibalik ketampanannya, beliau sangat renyah menjelaskan kepada audien tentang bagaimana cara mengenal dan belajar fiqih serta harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, “Hidup ini tentang 2 kemungkinan, kalau kalian tidak bisa mewarnai circle kalian, maka jangan coba-coba berteman dengan bestie yang condong mendorong kita ke dalam api neraka. Jikalau kalian bisa menjadi pewarna bagi circle kalian, maka ajaklah besti kalian untuk bersahabat hingga Surga-nya. Barokalloh fiikum”.

Seminar yang selesai pada pukul 11.15 siang tersebut tidak menjadi penghalang bagi audien khususnya perempuan untuk setia menunggu sang pemateri selesai ramah tamah bersua foto bersama dengan beliau. (Hoo/Gundu/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.