Home KESRASantri di Gresik Bunuh Diri, Gus Iwan Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental Anak

Santri di Gresik Bunuh Diri, Gus Iwan Ingatkan Pentingnya Kesehatan Mental Anak

by sabda news

SabdaNews.com – Seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di area belakang pondok pesantren pada Rabu (6/5/2026) kemarin.

Korban diketahui berinisial RAS (15), warga Tambaksari, Surabaya. Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga mengalami tekanan psikis setelah mendapat teguran dari pengasuh pondok.

Menanggapi peristiwa tersebut, Anggota DPRD Jatim dari Dapil Gresik-Lamongan, Dr Ahmad Iwan Zunaih atau yang akrab disapa Gus Iwan, menyampaikan keprihatinan yang mendalam sekaligus belasungkawa kepada keluarga korban.

“Saya secara pribadi menyampaikan keprihatinan yang luar biasa serta turut berbela sungkawa. Kasus bunuh diri seorang anak akhir-akhir ini telah banyak kita dengarkan,” ujar Gus Iwan, Kamis (7/5/2026).

Menurut politikus Partai NasDem, peristiwa tersebut menjadi alarm serius bagi para pemangku kebijakan terkait persoalan kesehatan mental anak dan remaja yang semakin memprihatinkan.

Gus Iwan menilai tindakan bunuh diri tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai tekanan mental dan psikis yang tidak mampu dikendalikan oleh seseorang.

“Di balik kabar bunuh diri anak sebenarnya ada isu besar yang patut kita perhatikan, yaitu kesehatan mental yang serius dan semakin memprihatinkan pada anak-anak sekarang,” tegasnya..

Ia menyebut tekanan akademik, persoalan keluarga, hingga perundungan menjadi beberapa faktor yang kerap memengaruhi kondisi psikologis bagi anak.

Karena itu, Gus Iwan meminta orang tua maupun tenaga pendidik lebih memperhatikan pola komunikasi dan hubungan emosional dengan anak.

“Perlu ada kehangatan hubungan dan rasa keterbukaan agar mental dan psikis anak menjadi lebih kuat,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penguatan nilai keagamaan dan keimanan dalam proses pendidikan anak dan di lingkungan tempat tingggal.

Menurutnya, pendidikan saat ini sering kali hanya berfokus pada aspek akademik, sementara pembentukan karakter dan spiritualitas kurang mendapat perhatian.

“Keimanan merupakan pondasi utama untuk membentuk pribadi yang tangguh agar anak tidak mudah terombang-ambing oleh perkembangan zaman,” pungkas Gus Iwan. (pun)

You may also like

Leave a Comment