Resmikan Pustu Sekaligus Temu Wicara Warga, Cara Bupati Gresik Wujudkan Pemerataan Akses Kesehatan

oleh -227 Dilihat

GRESIK, SabdaNews.com- Pembangunan bidang kesehatan, merupakan prioritas utama Kabupaten Gresik yang diwujudkan melalui Nawa Karsa Gresik Sehati. Salah satunya adalah Puskesmas Pembantu (Pustu) Randuagung, Kecamatan Kebomas, yang telah diresmikan oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kamis (18/01/2024).

Dengan konsep temu wicara warga, bupati yang kerap disapa Gus Yani itu menyebut Pustu sebagai pondasi dasar public service kesehatan. Alasannya karena Pustu saat ini telah tersebar di hampir seluruh Desa se Kabupaten Gresik. Ini berarti, akses kesehatan akan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Pustu ini dapat menjadi tempat dalam pelayanan public service, khususnya di bidang kesehatan. Pemerintah Kabupaten Gresik terus konsisten dalak rangka peningkatan infrastruktur kesehatan. Ini harus terus berjalan sehingga kita dapat menyajikan pelayanan yang terbaik,” ungkap Gus Yani.

Tak hanya peresmian, Gus Yani juga membagikan 200 paket sembako kepada warga Desa Randuagung. Ada pula distribusi vaksin polio dan paket sembako khusus keluarga dengan stunting.

Perlu diketahui, selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, telah mendirikan berbagai macam fasilitas kesehatan. Mulai dari rumah sakit, puskesmas dan Pustu. Selanjutnya untuk tahun ini Gresik akan berproses dalam pembangunan labolatorium kesehatan daerah. “Alhamdulillah sudah terbangun RS Gresik Sehati di Kedamean yang akan segera beroperasi. 2 Puskesmas di Kecamatan Cerme dan Dukun sudah terbangun dan telah dimanfaatkan masyarakat sekitar. Ada pula 4 Pustu di Desa Tambak Beras Kec. Cerme, Desa Randuboto Kec. Sidayu, Desa Klumpang Gubug Kec. Tambak Bawean, dan Desa Randuagung Kec. Kebomas.” ungkapnya.

Baca Juga:  Komisi B : UPT Keramik Disperindag Jatim di Malang Perlu Dukungan Pemprov Jadi BLUD 

Oleh karenanya, untuk mendukung fasilitas kesehatan tersebut, Gus Yani dan Bu Min terus mensosialisasikan program pengobatan gratis Universal Health Coverage (UHC) yang telah berjalan sejak tahun lalu. Tujuannya agar masyarakat menikmati semua fasilitas kesehatan dan memudahkan akses masyarakat dalam berobat.

Sebagai informasi, dari seluruh Faskes yang ada, semuanya telah terakreditasi. 20 RS pemerintah dan swasta, 32 puskesmas dan 61 klinik pelayanan kesehatan sudah terakreditasi 90% dengan hasil paripurna.

Selain itu, untuk mewujudkan masyarakat sehat, Gus Yani meminta untuk seluruh masyarakat sadar akan pentingnya menurunkan angka stunting. “Kita ajak semua pihak untuk menurunkan angka stunting. Maka kita bersama-sama dengan seluruh pihak, baik itu pemerintah, rumah sakit, puskesmas, klinik, dan pustu bekerjasama mewujudkan Gresik bebas stunting.” ujarnya.

Turut hadir saat peresmian Pustu Randuagung, Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom, DPRD Gresik, Ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali Fandi Akhmad Yani, Kepala Dinas Kesehatan Mukhibatul Khusnah, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sri Subaidah, Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatussa’diyah, Kepala Dinas Kominfo Ninik Asrukin, Kepala Bappeda Edy Hadisiwoyo, Forkopimcam Kebomas, dan jajaran Pemdes Randuagung. (Rls/bagus/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.