PW GP Ansor Jatim Ikrar Tolak Politik Identitas Dihadapan Kemenag RI

oleh -378 Dilihat

SabdaNews.com  – Ketua Umum Pengurus Pusat GP Ansor yang juga menjabat Kemenag RI Yaqut Cholil Qoumas melantik pengurus PW GP Ansor Jawa Timur di Pasuruan pada Sabtu (17/12/2022) kemarin.

Di sela-sela pelantikan, Gus Yaqut sapaan akrab Yaqut Cholil Qoumas  mengatakan bajwa setiap kader GP  Ansor harus menjunjung tinggi NKRI.
“Kader GP Ansor harus mempertahankan NKRI sampai darah penghabisan,” harapnya,

Tak hanya itu, pria yang akrab dipanggil Gus Yaqut tersebut mengatakan setiap kader GP Ansor juga harus berkhidmat pada NU dan tentunya mendukung penuh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh PB NU.

Sementara itu,bendahara PW GP Ansor Jatim Gus Fawait mengatakan bahwa PW Ansor Jatim siap taat dan berkhidmat terhadap keputusan PBNU terlebih dalam menghadapi tahun politik 2024 mendatang.

“PBNU telah mengeluarkan instruksi politik identitas yang mengancam perpecahan.Oleh sebab itu, GP Ansor Jatim akan mengawal keputusan tersebut,” jelas pria asal Jember ini.

Presiden LSN ini menegaskan bahwa berdasarkan pengalaman, munculnya politik identitas di perhelatan pemilu sering menimbulkan masalah yang berkepanjangan.

“Politik identitas bahkan bisa memecah belah persatuan dan kesatuan. Bahkan bisa mengganggu perekonomian bangsa terutama di Jatim,” tegas pria yang juga bendahara DPD Partai Gerindra Jatim ini.

Sebagaimana diketahui bersama, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU), KH Yahya Cholil Staquf secara tegas menolak politik identitas sebab hal itu rawan memecah persatuan dan kesatuan bangsa, menjelang Pemilu 2024.

“PBNU akan melawan. Kami bukan hanya menentang, bukan hanya menolak tapi kami juga akan melawan semua yang menggunakan politik identitas,” jelasnya dalam beberapa waktu lalu.

Ia juga sangat tidak setuju kepada pihak-pihak yang berupaya memperalat agama sebagai senjata politik, sebab itu bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

PBNU sangat berharap Pemilu 2024 mendatang di Indonesia bisa berlangsung dalam demokrasi yang rasional. (pun)

 

Baca Juga:  Habib Umar Bin Hafidz Ingatkan Tiga Jebakan Pencari Ilmu di Masjid Al Akbar Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.