Home RELIGIPW dan PC NU se-Jatim Amanahi Gus Kikin Maju Calon Ketum PBNU Di Muktamar NU ke 35

PW dan PC NU se-Jatim Amanahi Gus Kikin Maju Calon Ketum PBNU Di Muktamar NU ke 35

by sabda news

SabdaNewscom  – Ketua PWNU Jatim yang juga pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Abdul Hakim Makhfudz diamanahi oleh PCNU se Jatim untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU pada Muktamar NU ke 35 di Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang mendatang. Usulan ini diterima Gus Kikin sapaan akrab KH Abdul Hakim Makhfudz pada rapat koordinasi PWNU dengan PCNU se Jatim di kantor PWNU Jatim, Selasa (21/6/2026).

Usai rakor, Wakil rais syuriah PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir selaku juru bicara PWNU Jatim mengatakan bahwa dari 45 PCNU yang ada di Jatim sebanyak 42 PCNU diantaranya telah menyatakan dukungannya kepada Gus Kikin untuk maju menjadi calon ketum PBNU masa khidmat 2026-2031.

“Penugasan Kiai Kikin itu bukan kehendak PWNU atau pribadi, tapi kesepakatan dalam beberapa kali rapat harian PWNU dan rapat koordinasi dengan PCNU kali ini juga sepakat untuk satu barisan,” ujar KH Abdul Matin Djawahir.

Lebih jauh Kiai Abdul Matin Djawahir menjelaskan bahwa ada 3 PCNU yang berhalangan hadir dalam rakor yakni PCNU Bawean Gresik, PCNU Kangen Sumenep dan PCNU Masalembu Sumenep. Adapun tujuan dukungan dan penugasan kepada Gus Kikin untuk maju sebagai Caketum PBNU adalah untuk mengembalikan NU pada pedoman Qonun Asasi yang telah dirumuskan Hadartus Syeikh KH Hasyim Asy’ari.

“Selain dzurriyah, KH Abdu Hakim Makhfudz juga memiliki pengalaman organisasi di PBNU dan PWNU Jatim. Beliau juga memiliki pengalaman yang lengkap dalam organisasi, kaderisasi, pesantren, maupun bisnis, jadi secara ekonomi juga sudah selesai, sehingga tidak memikirkan untung rugi dalam organisasi, tapi justru memikirkan upaya menghidupkan organisasi menjadi modern berbasis moralitas dan kebangsaan. Sosoknya juga teduh, tidak gaduh, dan mementingkan ukhuwah,” tegas pengasuh Ponpes Sunan Bejagung Tuban ini.

Selain memberikan amanah kepada Gus Kikin, lanjut Kiai Matin, hasil rakor jelang muktamar NU ke 35 juga mengusulkan 16 nama kiai/ulama yang masuk anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) atau masyayikh yang berhak memilih Rais Aam PBNU dan menjadi penasehat ketika Rais Aam memilih sejumlah bakal calon Ketum PBNU mendatang.

Ke-16 ulama AHWA usulan PWNU Jatim bersama PCNU se-Jatim adalah KH Anwar Mansyur (Jatim), KH Makruf Amin (Banten), KH Nurul Huda Jazuli (Jatim), KH Mustofa Bisri (Jateng), KH Miftahul Ahyar (Jatim), KH. Anwar Iskandar (Jatim), KH Afifuddin Muhajir (Jatim), KH. Said Aqil Siroj (Jakarta), KH Tuan Guru Turmudzi (NTB), KH Buya Muhtadin (Banten), KH Wildan (Kalsel), Tengku KH. Nailuzzahri (Aceh), KH. Ubaidillah Shodaqoh (Jateng), KH Zaunul Abidin (Sulsel), KH Khozien Adnen (Sumbar), dan KH Ali Akbar Marbun (Sumut)

Masih di tempat yang sama, Ketua PWNU Jatim KH Abdul Halim Makhfudz menegaskan bahwa penugasan maju sebagai Caketum PBNU ini, pihaknya tidak pernah meminta atau mencalonkan diri, tapi ditugaskan. Oleh karena itu, Gus Kikin mengaku tak bisa menolak amanah yang telah diberikan dan akan melaksanakan dengan dengan sebaik mungkin walaupun berat dalam pertanggungjawaban akhirat.

“Saya akan berusaha meneruskan tradisi para muassis dalam membangun NU dengan jiwa dan raga, bukan sekadar aturan tapi menimbulkan konflik,” jelas pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang ini.

Ditegaskan Gus Kikin, NU akan menjadi kekuatan seperti dulu bila menggunakan Qanun Asasi sebagai pedoman berorganisasi, bukan sekadar aturan yang justru memicu perselisihan.

“Para muassis mengajak kita untuk menyatu di dalam NU, bahkan para arwah juga diajak menyatu di dalam NU. Kalau kita semua menyatu, insyaAllah nggak ada perselisihan,” pungkas cicit Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari ini.

Selain Gus Kikin, sejumlah nama calon ketum PBNU yang sudah muncul ke permukaan adalah calon petahana KH Yahya Cholil Staquf, Menang Prof Dr KH Nsaruddin Umar, ketua DPW PKB Jateng KH Muhammad Yusuf Chudlori. (pun)

You may also like

Leave a Comment