PCNU Gresik Gelar Rutinan Ngaji Idlotun Nasyi’in Bersama Gus Atha Syifa Nugrahah

oleh -438 Dilihat

GRESIK, SabdaNews.com-  Sebagai bentuk syiar dan dakwah PCNU Gresik menggelar ngaji Idlotun Nasyi’in yang diasuh Gus Atha Syifa  Nugrahah ketua MDS RA PC GP Ansor Gresik. Kegiatan ngaji tersebut bertempat di kantor PCNU Gresik jalan DR. Wahidin Sudiro Husodo 756 Gresik (21/12/2022).

Kegiatan ngaji rutin ini diikuti oleh pengurus Ansor, pengurus MDS RA, Pengurus PCNU, dan pengurus Lazisnu. Juga bisa diikuti melalui live on Youtube Nugres Channel. Dalam kesempatan ngaji Idlorun Nasyi’in ini mengusung materi Asy-Syajaah (Pemberani) dan Al Juud (Kedermawanan). Harta selayaknya kekuatan, yang menjadi modal melayani manusia dalam memenuhi kebutuhan. Dengan kekuatan, manusia mampu menghalau kejelekan yang akan menimpanya, menimpa manusia lainya dan bahkan menimpa bangsa dan negaranya. Dengan harta, manusia mampu memenuhi kebutuhan pribadinya, bahkan kebutuhan bangsa dan negaranya.

Namun ada dua kutub ekstrim yang dimiliki oleh kekuatan dan harta yang harus dihindari. Sedangkan Kekuatan mempunyai dua kutub ekstrim yaitu: Pengecut yang menyebabkan manusia tidak mampu membela dirinya, dan manusia yang lainya. Sedangkan Nekat : tanpa pikir panjang, sehingga menyebabkan serampangan dan ngawur dalam membela dirinya, demikian juga harta mempunyai dua kutub yakni Bakhil/ kikir : yang menyebabkan selalu merasa kurang dan tidak puas dengan dirinya sendiri, sehingga dia tidak mampu atau bahkan tidak mau membantu sesama. Selanjutnya adalah boros/berlebihan: yang menyebabkan dia banyak kehilangan, sehingga merugikan dirinya sendiri dan tidak bisa membantu manusia yang lainya.

Baca Juga:  LaNyalla Lepas Pawai Tahun Baru Muharram 1446 H Di Sorong Papua

Dari masing masing dua kutub ekstrim tersebut solusi yang terbaik adalah jalan tengah (I’tidal) diantara keduanya. Menurut kitab Idlotun Nasyi’in jalan tengah yang terbaik adalah Kekuatan dan pemberani yakni dengan perhitungan yang matang, sehingga kekuatan yang dimiliki betul betul mampu untuk membela dirinya, manusia lainya juga bangsa dan negaranya. Disamping harta dan kedermawanan jalan tengahnya adalah tidak menahan juga tidak melepas bebas, sehingga dia mampu memanfaatkan harta miliknya sesuai kemampuanya untuk membantu dirinya dan sesama.

Menurut Gus Atha Syifa Nugraha maka, jadilah pemberani dan dermawan yang tidak hanya sekedar mampu dan mau memberikan kekuatan dan harta namun juga memberikan seluruh modal yang dimilikinya, untuk membantu dirinya, dan manusia yang lainya dengan bahagia,” jelasnya (Syafik Hoo/Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.