MH Rofiq Desak Pemprov Jatim Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Puasa

oleh -512 Dilihat

SabdaNews.com – Jelang bulan suci ramadhan 1444 H, sejumlah bahan kebutuhan pokok di berbagai kabupaten/kota di wilayah provinsi Jatim mengalami kenaikan harga yang cukup siginifikan sehingga banyak dikeluhkan masyarakat.

Lebih janggal lagi, Jatim yang dikenal lumbung pangan nasional, sejak awal tahun 2023 justru komoditas beras harganya melambung di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Bahkan Pemprov Jatim sampai menggelar operasi pasar namun harga beras tak kunjung normal.

Anggota Komisi B DPRD Jatim MH Rofiq mengaku banyak mendapat keluhan soal kenaikan harga beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya saat menemui konstituen di Kabupaten Gresik maupun Kabupaten Lamongan.

“Akhir akhir ini bahan kebutuhan pokok di pasaran mengalami kenaikan harga signifikan. Akibatnya banyak masyarakat yang mengeluh dan memberikan respon negatif,” ujar MH Rofiq, Jumat (24/2/2023).

Masyarakat di sejumlah daerah, kata Cak Rofiq sapaan akrabnya juga merasa khawatir kondisi tersebut berlangsung hingga bulan puasa bahkan idul fitri. Pasalnya, beban masyarakat akan semakin berat sehingga dapat mengganggu mereka dalam menjalani ibadah puasa.

“Daya beli masyarakat juga cenderung menurun. Kalau kondisi ini dibiarkan berkepanjangan otomatis inflasi juga akan naik sehingga bisa mengganggu laju pertumbuhan ekonomi yang sudah ditargetkan pemerintah provinsi maupun pusat,” jelas mantan ketua PW GP Ansor Jatim ini.

Sebagaimana diketahui, harga beras di pasaran berkisar 8 ribu/kg hingga 12 ribu/kg. Harga beras dengan rata-rata tertinggi ada di Kabupaten Pamekasan yang mencapai Rp 12.250/kg dan harga beras rata-rata terendah Rp 8.260/kg ada di Kabupaten Situbondo.

Baca Juga:  Puluhan Yatim Belanja Sepatu Baru di Matahari Gress Mall

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis agar harga kebutuhan pokok di pasaran bisa normal kembali. Upaya Pemprov Jatim menggelar operasi pasar dengan menggelontor beras murah ke sejumlah daerah dinilai hanya sporadis sehingga belum bisa efektif.

“Operasi pasar beras belum bisa efektif karena bersifat sporadis sehingga perlu dievaluasi dan menyesuaikan bahan kebutuhan pokok apa yang paling dibutuhkan masyarakat setempat. Ini menjadi tugas Satgas Pangan untuk mencari formula yang tepat mengatasi kenaikan  kebutuhan pokok jelang ramadhan,” beber Cak Rofik.

Sesuai jadwal, sejumlah daerah di Jatim pekan ini akan memasuki musim panen raya hingga akhir Maret 2023. Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar pemerintah bersama Bulog menyerap atau membeli beras petani semaksimal mungkin supaya  bisa menstabilkan kembali harga beras di pasaran saat memasuki bulan ramadhan.

“Kalau bisa jangan hanya beras tapi juga kebutuhan pokok yang lain, seperti minyak, gula, telur, daging, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih dan lainnya. Sebab sudah menjadi kebiasaan saat puasa hampir semua kebutuhan pokok naik, tapi naiknya yang wajar. Ini tugas pemerintah,” pungkas MH Rofiq. (tis)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.