GRESIK,SabdaNews.com– Semangat remaja untuk terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat menjadi pesan utama dalam kegiatan Layar Hikmah Nobar dan Diskusi Film Pendek Islami yang digelar di Pondok Pesantren Al Ikhlash, Delegan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan MUI Kabupaten Gresik melalui Komisi Seni, Budaya Islami dan Remaja bekerja sama dengan MUI Kecamatan Panceng. Layar Hikmah kali ini menjadi bagian dari upaya memperluas dakwah kreatif melalui film sekaligus menyapa generasi muda di wilayah Gresik Utara.
Ketua MUI Kecamatan Panceng sekaligus Pengasuh Ponpes Al Ikhlash, KH. Alfin Sunhaji, M.Pd., menyampaikan rasa syukur karena Ponpes Al Ikhlash dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. “Kami selaku shohibul bait merasa sangat bersyukur dipercaya MUI Kabupaten untuk menjadi tuan rumah Nobar Layar Hikmah dan Bedah Film Islami,” ujarnya. Kiai Alfin berharap, kegiatan tersebut dapat menggugah semangat generasi muda, khususnya para remaja, agar terus berkarya dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Komisi Seni, Budaya Islami dan Remaja MUI Kabupaten Gresik, Hj. Sri Wahyuni, M.Pd., mengatakan kegiatan Layar Hikmah di Panceng merupakan bagian dari target komisinya untuk membawa program tersebut ke wilayah Gresik Utara. “Alhamdulillah sebagaimana target kami, bisa terselenggara Nobar Layar Hikmah di Gresik Utara,” katanya.
Menurutnya, Layar Hikmah merupakan kelanjutan dari program Komisi Seni, Budaya Islami dan Remaja MUI Kabupaten Gresik yang sebelumnya menggelar Festival Film Islami tingkat lokal dan nasional. Festival tersebut diikuti puluhan peserta dan menjadi bagian dari pengembangan media dakwah melalui karya film. “Kegiatan di Panceng juga diikuti para siswa SMA sederajat dari Kecamatan Panceng dan sekitarnya. Selain itu, hadir sejumlah undangan dari organisasi kemasyarakatan Islam, organisasi kepemudaan, serta komunitas seni di wilayah Panceng dan sekitarnya,” ujarnya
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, mengatakan penggunaan film sebagai media dakwah memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan, terutama di tengah pesatnya perkembangan media digital. “Dulu MUI Pusat beberapa tahun lalu mengadakan lomba film pendek, dan alhamdulillah MUI Kabupaten Gresik menjadi pemenang. Kemudian ini bisa ditindaklanjuti oleh Komisi Seni tahun lalu dengan mengadakan Festival Film Islami,” ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan program tersebut menunjukkan bahwa film dapat menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. “Semoga program ini bisa terus berkembang dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai berhenti di sini, tetapi bisa dikembangkan lagi sehingga semakin banyak anak-anak muda yang tertarik untuk berkarya,” tuturnya.
Kiai Rofiq kemudian mengaitkan kegiatan tersebut dengan bagaimana seorang Muslim memanfaatkan penglihatannya untuk hal-hal yang bernilai ibadah, dan menyampaikan bahwa Rasulullah SAW pernah menjelaskan tentang hak mata yang juga perlu dipenuhi. “Rasul pernah menyampaikan, Berikanlah hak mata untuk beribadah. Para sahabat kemudian bertanya, apakah ibadahnya bagian mata itu, ya Rasulullah?, Rasulullah menjawab, yaitu membaca Al-Qur’an dan memahami isinya. Jadi, hak mata itu yang pertama jangan sampai dalam sehari semalam tidak tersentuh dengan ibadah,” lanjutnya.
Menurutnya, aktivitas yang menggunakan penglihatan untuk tujuan kebaikan tidak hanya terbatas pada membaca Al-Qur’an. Membaca kitab, mempelajari ilmu, hingga menyaksikan tontonan yang mengandung pesan-pesan Islami juga dapat menjadi bagian dari aktivitas yang memberikan manfaat. “Bukan hanya Al-Qur’an saja. Termasuk juga membaca kitab dan menonton tontonan Islami, seperti nobar film pendek Islami ini. Yang paling penting adalah kita bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tonton,” katanya.
Karena itu, Kiai Rofiq menilai kegiatan seperti Layar Hikmah menjadi salah satu bentuk dakwah yang dapat dikembangkan sesuai dengan perkembangan zaman. “Makanya, likulli dakwah itu macam-macam. Dakwah itu bisa melalui berbagai macam cara. Salah satunya melalui film seperti yang kita lakukan pada hari ini,” pungkasnya. Selain nonton bareng dan diskusi film pendek Islami, kegiatan tersebut juga diisi pembacaan puisi berantai persembahan Komisi Seni, Budaya Islami dan Remaja MUI Kabupaten Gresik.
Puisi tersebut dibacakan Hj. Sri Wahyuni, M.Pd., bersama Didik Hendriyono, S.Pd. Materinya menyinggung cepatnya perkembangan dunia digital serta pentingnya sikap orang tua dalam mendampingi dan menyikapi perkembangan tersebut. Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag., Bendahara Umum H. Khoirul Anwar, S.H., M.M., Bendahara H. Mustain, Ketua Bidang Dakwah Drs. Nur Fakih, Ketua Komisi Ukhuwah dan Hubungan Antar Lembaga Drs. KH. Imam Chanafi, M.Ag., serta H. Isnanto, S.Ag.
Hadir pula jajaran Komisi Seni, Budaya Islami dan Remaja MUI Kabupaten Gresik, di antaranya Lukmanul Hakim, S.Pd.I., Komang Jaya Updahana, S.Sos., Hj. Dwi Astuti Dewi, Robii’atul Mariyah, S.Th.I., M.HI., dan Deny Koeswoyo, S.Kom. Melalui Layar Hikmah, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aktivitas menonton film, tetapi menjadi ruang bagi generasi muda untuk berdiskusi, mengambil nilai positif, serta terdorong menciptakan karya yang kreatif, Islami, dan bermanfaat bagi masyarakat. (lim/Red)
