Home BeritaKomunitas Kwaruh Sedulur Sejati Wonokerto Gelar Peringatan 1 Suro : Untuk Nguri Nguri Budaya Yang Hilang

Komunitas Kwaruh Sedulur Sejati Wonokerto Gelar Peringatan 1 Suro : Untuk Nguri Nguri Budaya Yang Hilang

by Redaksi

GRESIK,SabdaNews.com- Komunitas Kwaruh Sedulur Sejati adalah bagian dari bentuk gerakan dengan tujuan untuk merekatkan dan menyatukan sedulur sesama muslim. Baik dalam bentuk Muasyaroh hubungan maupun Spiritual antar sesama muslim di samping menghidupkan kembali budaya yang hilang. Adapun tema yang diusung setiap kegiatan adalah Hablumninallah, Hablumminnas dan Hablumminal Alam. Ketiga tema ini menjadi tujuan penting untuk mengedukasi dan menelisik akan kebaikan serta Akhlaqul karimah untuk kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.

Kegiatan peringatan malam Suro ini bertempat di rumah sahabat Ali Imron Desa Wonokerto Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik (20/7/2023). Dengan peserta 200 yang hadir kegiatan peringatan malam Suro ini berjalan penuh khidmat guyup rukun dan saling membersamai kebersamaan serta bingkai Silaturrahmi.

Moh Ali Imron selaku Kordinator sekaligus pegiat budaya mengatakan, Alhamdulillah komunitas ini bisa menggelar peringatan malam suro di samping nguri nguri budaya yang hampir hilang,” maka setiap tahun di Bulan Muharram ini saya dan teman teman di kwaruh Sedulur sejati Wonokerto rutin menggelar acara tersebut,” Insyaalah sudah 4 kali ini kita laksanakan kegiatan peringatan malam 1 Suro/Suran dengan agak lumayan besar disamping menghauli Mbah Jumain sesepuh Desa Wonokerto serta lounching logo komunitas Kwaruh Sedulur Sejati,” ujarnya

Dikatakan Imron, acara ini saya kemas dengan sederhana nyantai penuh khidmah dan akrab,” semoga bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang peduli akan budaya untuk kita hidupkan kembali,” tegas Imron yang juga Ketua pengurus NU Ranting Wonokerto.

Sementara itu Narasumber peringatan malam Suro Ajengan Diaz Nawaksara dari Lesbumi pusat mengatakan, kalau dulu ketika kita peringati malam Suro yakni kegiatan membersihkan atau mensucikan benda pusaka seperti keris dan yang lainya,”

“dijelaskan Mas Diaz bahwa sekarang ini peringatan malam Suro yang kita sucikan adalah raga, hidup dan ilmu. Dengan harapan masyarakat yang hadir dan memberikan sedekah pada malam hari ini kembali suci baik suci raganya, suci hidupnya maupun suci raganya,” tandas Mas diaz Devisi sejarah dan Archielogi serta Kurator aksara nusantara

Untuk di ketahui acara ini dihadiri oleh beberapa komunitas legian Pantura, kajian ilmu sejarah pantura, Mbah Ndarmo Qomaruddin Bungah, KI Marmo Sapdotomo Dalang Macapat dari paguyuban Kamatitra (Syafik Hoo/Red)

You may also like

Leave a Comment