Khawatir Terjadi Letusan Susulan, dr Agung Minta Warga Di Zona Merah Dievakuasi

oleh -327 Dilihat

SabdaNews.com  – DPRD Jatim meminta agar warga yang masih tinggal di wilayah zona merah (berbahaya) sekitar lereng gunung Semeru, Kabupaten Lumajang segera dievakuasi. Pasalnya, wilayah tersebut sangat berbahaya sehingga warga harus  meninggalkan atau mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Kita ingin memastikan agar semua warga di zona merah sudah dievakuasi ke tempat aman karena khawatir ada letusan susulan,” kata Ketua Komisi D DPRD Jatim  dr Agung Mulyono saat dikonfirmasi  Selasa (6/12/2022).

Sebagaimana diketahui bersama, gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, kembali  mengalami erupsi pada Minggu (4/12/2022) pagi. Letusan itu mengakibatkan luncuran Awan Panas Guguran (APG) hingga sejauh 7 km.

Lebih jauh Bendahara DPD Partai Demokrat Jatim itu mengatakan, dari hasil konfirmasi dengan Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Lumajang, Prabowo, disebutkan bahwa guguran APG  Semeru telah menyapu kampung Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Diakui Agung Mulyono, pihaknya juga telah meminta agar para petugas di lapangan  mengimbau warga masyarakat supaya tidak kembali ke wilayah zona Merah untuk sementara waktu.

“Harusnya wilayah itu tidak dihuni dan masuk zona merah. Tapi masih ada beberapa warga yang masih bertahan padahal sekarang alurnya awan panas guguran Semeru mengarah kesitu, khan resikonya menjadi semakin besar,” dalihnya.

Selain melakukan evakuasi, Agung juga meminta agar Pemprov Jatim segera melakukan pembersihan di jalur yang terputus, agar ketika situasi normal segera bisa dilewati masyarakat. Mengingat, jalur di Desa Sumberwuluh merupakan alternatif penghubung antara Kabupaten Lumajang dan Malang.

“Infrastuktur yang rusak harus diperbaiki. Jalur itu harus dibuka lagi supaya perekonomian warga bisa segera pulih,” tambah politikus asli Banyuwangi ini.

Ia juga terus memantau pembersihan dan normalisasi sungai Rajali di Kabupaten Lumajang. Kalau perlu, kata Agung Pemprov Jatim menambah alat berat, agar aliran lava yang melewati sungai itu kembali normal dan tidak meluber ke jalan dan pemukiman warga.

“Yang penting  agar akses jalan penghubung segera bisa dipergunakan,” tegasnya.

Alumnus FK Unair itu menilai akses penghubung antara Kabupaten Lumajang-Malang sangat penting untuk segera diperbaiki. Pasalnya, wilayah itu sangat vital dan menjadi penghubung bagi masyarakat yang akan ke wilayah Malang.

“Kita akan terus mengecek kondisi di lapangan supaya warga bisa segera mendapatkan penanganan dan bantuan secara maksimal,” jelas lelaki yang hobi gowes itu.

Seperti diketahui, warga terdampak letusan semeru pada tahun 2022 lalu  sebagaian telah dievakuasi di lahan milik Perhutani seluas 81,55 hektare di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro. Selain itu terdapat lahan lain yang lebih kecil di Desa Oro-oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo.

Sementara itu, Gunung Semeru kembali erupsi pukul 05.02 WIB. Selama 6 jam, Semeru mengalami 22 kali erupsi. Sementara itu, tinggi abu sejauh kurang lebih 400 meter. Lamanya gempa sampai 155 detik.

“22 Kali gempa letusan/erupsi terjadi dengan amplitudo 10-23 mm, dan lama gempa 60-155 detik,” kata Petugas PVMBG, Mukdas Sofian dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).

Selain 22 kali erupsi, juga terjadi 1 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 28 mm, S-P 4.5 detik dan lama gempa 35 detik.

“Ada 5 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-12 mm dan lama gempa 45-115 detik,” tambah Mukdas. (pun)

Baca Juga:  Wagub Emil Pimpin Perumusan Strategi Transformasi Digital Bersama Kepala Daerah Negara ASEAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.