Ketum PBNU Minta Elit Politik Bangun  Game Desain Pemilu Yang Tidak Berbahaya Bagi Keutuhan NKRI

oleh -314 Dilihat

SabdaNews.com  – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staqut mengajak seluruh elemen bangsa untuk ikut menjaga kepentingan bersama dan kemaslahatan umat.

Mengingat, saat ini pihaknya melihat ada kelompok-kelompok problematis (radikal) yang sangat potensial menimbulkan ancaman serius, tengah melakukan konsolidasi untuk menemukan semacam alat untuk dijadikan manifes dalam pertarungan di pemilu 2024 mendatang

“Mereka masih akan terus mencari dan menimbang-nimbang, ada yang ini dan itu, kita lihat saja. Tapi itu kita perlu memikirkan potensi anaman tersebut supaya kita siap. Dan saya sampaikan kepada masyarakat, marilah kita bersama-sama menjaga kepentingan bersama untuk kemaslahatan kita bersama,” kata KH Yahya Cholil Staqut di Surabaya, Rabu (11/1/2023).

Ia juga menolak menjadikan pemilu 2024 sebagai momentum hidup atau mati dan momentum mempertaruhkan segala-galanya. Pasalnya, suksesi kepemimpinan nasional lima tahunan ini hanyalah sekedar mekanisme untuk mewadahi ikhtiar kita bersama.

“Mari, paling penting kita pertahankan  suasana yang aman, yang stabil dan yang  harmonis diantara kita semua,” pinta Gus Yahya sapaan akrabnya.

Di tanya apakah NU memiliki calon presiden atau calon wakil presiden di Pilpres mendatang? Dengan tegas Gus Yahya mengatakan, tidak ada.

“Pokoknya saya tegaskan tidak ada calon presiden atau calon wakil presiden atas nama NU, tidak ada sama sekali,” jelasnya.

Sementara untuk meminimalisir adanya politik identitas di pemilu serentak mendatang, Gus Yahya menyatakan bahwa potensi itu bukan hanya bisa muncul di kalangan masyarakat tapi juga di kalangan elit politik. Oleh karena itu, pihaknya memohon dengan sangat agar para elit decetion maker supaya berpikir tentang keselamatan masyarakat.

“Saya mohon para elit politik berpikir tentang keselamatan masyarakat dengan cara membangun rancangan permainan (game desain) yang tidak berbahaya bagi masyarakat,” kata Ketum PBNU ini.

NU memasuki usia satu abad, lanjut Gus Yahya ingin menunjukkan jatidiri sebagai  jalan keagamaan untuk mencapai  kemuliaan peradapan di masa depan dengan menekuni tradisi dan wawasan atau pandangan-pangan tokoh-tokoh ahlussunnah waljamaah.

“InsyaAllah warga Nahdlatul Ulama akan ikut menyumbang secara konstruktif bagi masa depan yang lebih baik dan lebih mulia untuk peradapan umat manusia seluruhnya,” pungkasnya. (tis)

Baca Juga:  Pastikan Kemenangan Prabowo-Gibran Sekali Putaran di Jatim, Ribuan Relawan Gelar Apel Akbar Besok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.