Kamad Swasta Se Kabupaten Gresik Temui Kepala Dinas Pendidikan Gresik Dorong Pencairan BOS APBD Segera Cair

oleh -2909 Dilihat

GRESIK, SabdaNews.com- Beberapa bulan terakhir ini lembaga pendidikan Swasta Se Kabupaten Gresik di buat resah dan kelimpungan akibat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBD Kabupaten Gresik Hampir beberapa bulan tanda tanda akan cair belum bisa dipastikan hal ini juga memicu beberapa lembaga pendidikan Swasta terutama Guru pengajar belum gajian. Leiding sector dalam hal ini adalah Kepala Madrasah atau Sekolah harus pintar pintar memeras otak untuk mendapatkan dan memutar uang dalam pembiayaan anggaran Sekolah termasuk Gaji Guru.

Melihat keresahan dan kegundahan tersebut Kamad Swasta Se Kabupaten Gresik dengan perwakilan KKM Kabupaten Gresik menggelar pertemuan dengan kepala Dinas Pendidikan Gresik Bapak S. Hariyanto S.pd, MM di Kantor Dinas Pendidikan Jalan Arif Rahman Hakim Gresik. (22/01/2024)

Dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Menjelaskan, dari Dinas Pendidikan Gresik tugas ini sudah kita sampaikan dan mengajukan ke Badan Pengelolaan Keungan Aset Daerah ( BPKAD) akan tetapi tidak bisa di cairkan dengan alasan tidak ada dananya,”

“Hariyanto menambahkan semula sumber dana untuk alokasi BOS APBD itu berasal dari pajak Petrokimia sekitar 140 M hal itu tidak bisa di bayarkan semua di tahun 2023 hanya bisa di cairkan 24 M akhinya dana tersebut di peruntukan dengan skala prioritas Pokir,” jawabnya.

Sementara itu Upaya Kamad dan Sekolah Swasta yang diwakili oleh KKM Gresik dalam mendorong pencairan BOS APBD Gresik terus di kawal yakni akan menemui Komisi 4 DPRD Kabupaten Gresik untuk mendesak agar alokasi Dana BOS APBD tahap 2 bisa di alokasikan pada anggaran 2024. Dalam hal ini kami akan didukung oleh Bapak S. Hariyanto selaku Kepala Dinas Pendidikan Gresik,” ucap salah satu perwakilan KKM Gresik.

Baca Juga:  Hasto Berikan Pohon Poring Kediri Untuk Megawati

Ahmad Nurus Shobah Ketua KKMI Kecamatan Dukun berharap, BOS APBD tetap di cairkan karena itu sudah masuk anggaran daerah tahun 2023 yang seharusnya sudah ada dana untuk alokasi tersebut,”

Ditambahkan Shobah, pertanyaanya kenapa anggaran yang sudah di masukkan kok bisa tidak ada? Apakah anggaran khusus BOS APBD yang sudah di anggarkan tersebut terserap pada anggaran yang tidak ada di anggaran tahun 2023,” imbuhnya.  “Jadi kami tetap menuntut untuk di bayarkan atau di anggarkan di tahun anggaran 2024,” tandas Shobah penuh Semangat memungkasi (Syafik Hoo/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.