Home KESRAdr Benyamin Kristianto, Dicurhati soal Posyandu dan Obat-Obatan Lansia yang Habis Akibat Efisiensi

dr Benyamin Kristianto, Dicurhati soal Posyandu dan Obat-Obatan Lansia yang Habis Akibat Efisiensi

by sabda news

SIDOARJO.SabdaNews.com – Kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah, nampaknya berdampak kepada para kader Posyandu yang ada di Desa Klurak Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Keluhan tersebut disampaikan kepada Anggota DPRD Jatim, dr Benyamin Kristianto saat menggelar reses masa persidangan III Tahun sidang 2025-2026, Selasa (28/7/2026) kemarin.

Para kader posyandu Klurak mengeluhkan berbagai kebutuhan anggaran untuk para lansia dan balita yang banyak berkurang sehingga  fasilitas yang harusnya mereka terima tidak bisa lagi diberikan karena minimnya anggaran.

“Akibat efisiensi ini, beberapa obat untuk lansia dan bantuan makan gratis ibu hamil yang biasanya kami terima tidak lagi kami dapatkan. Kami mohon Pak Dokter (Benyamin) membantu kami agar kami bisa mendapatkan fasilitas itu lagi,” kata salah seorang kader Posyandu.

Menanggapi sejumlah keluhan itu, Politiisi Partai Gerindra ini mengajak puskesmas memberi solusi agar keluhan ini bisa berkurang lewat program bantuan dari Puskesmas.

“Harusnya Puskesmas mengayomi kader posyandu binaannya dengan memback up kegiatan posyandu lansia yang ada di desa tersebut,” kata Benyamin.

Memback up yang dimaksud, lanjut Anggota Komisi E ini adalah, Puskesmas mendatangi Posyandu lansia agar para lansia tidak harus susah datang ke Puskemas.

“Petugasnya secara berkala mendatangi Posyandu lansianya. masak ya orang yang sudah tua harus ke Puskesmas minta obat. Maka Puskesmaslah yang jemput bola datangi mereka, memeriksa dan memberi obat sesuai dengan kebutuhan lansia yang sakit itu,” pintanya.

Pria yang juga ketua Kesira Jatim ini mengingatkan bahwa efisiensi memang harus disikapi dengan saling membantu dan memudahkan. Dengan jemput bola Puskesmas membantu lansia secara transportasi sehingga bisa lebih cepat ditangani.

“Transportasi susah, tidak ada salahnya petugas puskesmas yang datangi ke posyandu lansia. Adakan pemeriksaan kesehatan sebulan sekali dengan merotasi di desa-desa yang menjadi tanggung jawab wilayah Puskesmasnya,” jelas Benjamin.

Saat ini, kata Dokter Ben (sapaan akrabnya) Dinkes Provinsi, Kabupaten dan kementrian kesehatan sedang menata sistem bantuan untuk CKG (Cek Kesehatan Gratis ) kepada masyarakat desa melalui puskesmas dan juga lembaga kesehatan terdekat baik itu milik pemerintah atau swasta.

“Ini sedang kita tata, nantinya jangan hanya mengandalkan tim puskesmas, tenaga kesehatan dari rumah sakit, atau klinik-klinik terdekat juga perlu dikerahkan untuk program CKG ini,” bebernya.

Selain soal keluhan para lansia, warga desa Klurak Candi Sidoarjo juga berharap ada bantuan program untuk pengadaan Ambulance, Play Ground, operasi katarak dan khitanan massal serta melakukan pemeriksaan gratis kesehatan untuk kader posyandu. (pun)

You may also like

Leave a Comment