JOMBANG.SabdaNews.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Banten, Hj. Ade Yuliasih, mengapresiasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang Jawa Timur.
Kehadiran para senator dalam ajang tertinggi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini menegaskan komitmen para wakil rakyat yang juga berlatar belakang sebagai warga Nahdliyin.
Hj Ade Yuliasih menyampaikan bahwa sejumlah anggota DPD RI yang berasal dari berbagai daerah turut hadir menyemarakkan Muktamar NU. Di antaranya adalah Boy Latuconsina (DPD RI Maluku), H. Abdullah (DPD RI Papua Barat), serta beberapa legislator lainnya yang memiliki keterikatan kultural dan emosional dengan NU.
“Kami yang hadir di sini merupakan bagian dari warga Nahdliyin. Mulai dari Banten, Maluku, hingga Papua Barat, semuanya menyatu. Alhamdulillah, penyelenggaraan Muktamar NU di Jombang ini luar biasa. Sambutan dari tuan rumah, termasuk Bu Lia Istifhama (DPD RI Jatim), sangat hangat dalam memfasilitasi kehadiran kami,” ujar Ade Yuliasih di sela-sela kegiatan muktamar.
Menanggapi dinamika pelaksanaan muktamar, senator asal Banten yang memiliki garis keturunan keluarga di Tebuireng Jombang ini menilai situasi secara umum berjalan kondusif, aman, dan tertib.
Menurutnya, kendala kemacetan di sekitar lokasi acara merupakan hal lumrah. Mengingat, tingginya antusiasme warga yang hadir dari seluruh penjuru Indonesia.
”Seluruh Indonesia hadir di sini. Secara umum acara terkendali dan aman. Kalaupun ada kemacetan lalu lintas, itu hal wajar karena mobilisasi kendaraan yang sangat tinggi. Yang terpenting, keamanan dan ketertiban peserta tetap terjaga hingga seluruh rangkaian acara selesai,” tambahnya.
Mantan anggota DPRD Banten dua periode ini berharap Muktamar ke-35 NU tidak sekadar menjadi ajang konsolidasi organisasi atau kontestasi pemilihan kepemimpinan semata, melainkan mampu merumuskan keputusan strategis untuk masa depan NU dan bangsa Indonesia.
”Muktamar ini harus menjadi momentum penting dalam memperkuat hikmah ulama, menjaga persatuan umat, serta melahirkan gagasan dan langkah strategis bagi kemaslahatan bangsa, baik di sektor pendidikan, perekonomian, maupun sosial keagamaan,” tegas Ade Yuliasih.
Dia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran pengurus, para kiai, ulama, dan warga Nahdliyin atas dedikasi serta kontribusi berkelanjutan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. (pun)
