GRESIK ,SabdaNews.com– Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) POWER Kabupaten Gresik menggelar babak Final dan Penganugerahan Anugerah Guru Prima (AGP) Tahun 2026 di Hotel Khas Gresik, Senin (5/10/2026). Ajang tahunan bergengsi ini menjadi wadah unjuk Inovasi Pembelajaran bagi para pendidik dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Gresik. Helatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif, Anggota Komisi IV DPRD Gresik Zaifuddin, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Gresik Eko Agus Suwandi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto, serta Pengurus PGRI Pusat sekaligus Pembina PGRI Kabupaten Gresik, Arief Susanto. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Gresik, H Beri Avita Prasetiya, M.Pd., MM, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran gelaran AGP 2026 yang berlangsung kompetitif di seluruh tingkatan.
“Alhamdulillah kegiatan AGP tahun ini berjalan dengan sangat baik dan menghasilkan para juara 1, 2, dan 3 dari setiap jenjang. Kami berharap ada peningkatan prestasi yang terus mengharumkan nama baik Kabupaten Gresik. Apalagi para juara 1 dari tiap kategori akan didelegasikan mewakili Gresik ke tingkat Provinsi Jawa Timur pada akhir Oktober mendatang,” ujar Beri Avita Prasetiya. Lebih lanjut Beri menjelaskan, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mengintegrasikan mata pelajaran coding dan Artificial Intelligence (AI) dari jenjang TK hingga SMA, PGRI memiliki kewajiban moral untuk menadvokasi serta meningkatkan kompetensi para guru.
Dalam AGP 2026, para peserta ditantang menciptakan inovasi pembelajaran berbasis coding dan AI hingga mengantarkan beberapa guru meraih sertifikasi penguasaan teknologi Gemini hingga Intel. Kebutuhan ini guna menghadirkan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan. Pihak PGRI Gresik juga menggandeng akademisi dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) sebagai dewan juri independen, serta merangkul para guru pemenang edisi sebelumnya untuk melakukan pendampingan.
“Dari sekitar 7.000 guru di Kabupaten Gresik, tercatat sudah ada 1.506 guru atau sekitar 18 hingga 20 persen yang aktif mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi adopsi teknologi ini. Ke depan, kami berharap persebaran kompetensi guru ini tidak hanya menumpuk di Kecamatan Gresik Kota saja, tetapi merata dan bersaing positif di seluruh kecamatan,” imbuhnya. Sementara itu, Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PGRI Gresik atas konsistensinya menggelar ajang AGP. Wabup Alif membeberkan bahwa komitmen Pemkab Gresik terhadap dunia pendidikan dibuktikan dengan alokasi anggaran pendidikan tahun 2027 yang menyentuh angka 26 persen.
“Pemerintah daerah sangat memuliakan para guru. Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, guru perlu terus mengunggah (upgrade) kualitas diri. Pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada kecerdasan anak semata, tetapi juga wajib meningkatkan softskill serta pengawasan di lingkungan sekolah,” tegas dr. Asluchul Alif. Ia berharap alokasi pendorong seperti Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dapat dimaksimalkan untuk mendongkrak kualitas mutu pendidikan dan prestasi siswa di Gresik.
Dalam ajang Anugerah Guru Prima (AGP) Kabupaten Gresik 2026, sejumlah pendidik dan kepala sekolah berhasil mengukir prestasi terbaik di masing-masing kategori. Pada kategori Kepala Sekolah, gelar Juara 1 diraih oleh Yulya Astuthi dari UPT SDN 15 Gresik, disusul Nurul Wafiyah dari SMAN 1 Kedamean di posisi Juara 2, dan Muhammad Salman Al Farisi dari UPT SDN 275 Gresik sebagai Juara 3. Sementara itu, untuk kategori Guru SMA/SMK, Syarifatus Safiyah dari SMAN 1 Sidayu sukses menyabet Juara 1, mendampingi Santi Widiasari dari SMAN 1 Dukun di peringkat kedua dan Vanantia Randi dari SMAN 1 Menganti di peringkat ketiga.
Di jenjang SMP, predikat Juara 1 disematkan kepada Dessy Fitria dari UPT SMPN 1 Gresik, diikuti Maftuhatus Saadah dari UPT SMPN 11 Gresik sebagai Juara 2, serta Ismawati, S.T. dari SMPN 6 Gresik di posisi Juara 3. Kategori Guru SD menempatkan Fajar Advis Wahyudin dari UPT SDN 39 Gresik sebagai Juara 1, Anifah Syafaati dari SD Muhammadiyah 1 Gresik sebagai Juara 2, dan Zahrotul Lailiyah dari UPT SDN 295 Gresik (Ujungpangkah) di posisi Juara 3.
Adapun pada kategori Guru TK, Juara 1 berhasil diraih oleh Nur Aini Mahbubah dari TK Muslimat NU 17 Tarbiyatul Wathon Panceng, disusul Itrohmatun dari TK Muslimat NU 110 Irsyadul Athfal Benjeng di peringkat kedua, dan Siti Arofah dari TK Dharma Wanita Persatuan Lowayu Dukun sebagai Juara 3. Para peraih Juara 1 dipastikan membawa panji Kabupaten Gresik untuk berlaga di ajang Anugerah Guru Prima tingkat Provinsi Jawa Timur akhir Oktober 2026 mendatang. Mari Lanjutkan Legasi Jawara Guru Hebat Kabupaten Gresik. (lim/Red)
