AHY Dan Renville Antonio Promosikan Wisata Petik Apel Batu Malang

oleh -594 Dilihat

SabdaNews.com – Founder Overlanding Indonesia (OI) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke desa wisata Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Senin (6/2/2023) kemarin.

Dalam kesempatan itu, AHY  ditemani Ketua Overlanding Indonesia Renville Antonio panen apel Anna dan Manalagi sambil mempromosikan  pariwisata di desa itu lewat akun instagramnya.

“Pada hari ini kita senang berkunjung kesini dan dapat memetik apel disini.  Rasanya segar dan manis,” kata AHY sambil berkeliling ke kebun apel dan memenuhi keranjang yang dibawanya dengan apel Anna dan Manalagi.

Tak lama kemudian, Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat itu menuju kasir dan memborong puluhan kilogram apel asli kota batu itu dan membagikannya kepada pengunjung. “Ini untuk dibawa pulang buat istri dan anak kalian,” kata AHY.

Setelah memetik apel, AHY juga memborong dagangan warga setempat. Ada susu kambing etawa, siomay dan eskrim yang berasal dari bahan susu sapi. Dia kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu dan diberikan kepada penjual.

“Terima kasih Mas AHY, hari ini sudah dibeli semuanya,” kata Turin penjual susu kambing etawa.

Menurut AHY, kedatangannya bersama komunitas Overlanding Indonesia adalah untuk mempromosikan pariwisata yang ada di Kota Batu itu. Ia berharap apel yang dihasilkan Kota Batu bisa dipasarkan di beberapa wilayah di Indonesia.

“Petani kita menghasilkan apel berkualitas dan dipasarkan dengan baik. Produk yang dihasilkan akan memenuhi permintaan masyarakat tidak hanya di Kota Batu, tetapi juga wilayah lainnya,” tambahnya.

AHY berharap agar pertanian di Desa Tulungrejo bisa lebih maju. Sehingga, kesejahteraan para petani bisa meningkat. Putera sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengaku akan memperjuangkan aspirasi petani yang mengeluh karena pupuk langkah dan mahal di pasaran.

Baca Juga:  NPK PHONSKA PLUS & Urea Petro Menjadi Merk Yang Di Pilih Dan Direkomendasikan Petani

“Kita akan memperjuangkan agar harga pupuk lebih murah, bisa dijangkau. Kita akan perjuangkan lewat teman-teman yang ada di dewan,” jelasnya.

Dari pantauan, selain berkunjung ke perkebunan apel, AHY bersama ketua Overlanding Indonesia Renville Antonio dan puluhan anggota komunitas itu melakukan offroad mengelilingi alam di lereng pegunungan Arjuna.

AHY juga terlihat mengunjungi pura Luhur Giri Arjuna yang ada di Lereng Gunung Arjuno. “Kami bersyukur bisa menikmati pemandangan alam di Desa Tulungrejo. Kami juga menggunakan kendaraan offroad menyusuri alam dengan pemandangan yang sangat sejuk,” kata AHY.

Perjuangkan Agar Harga Pupuk Lebih Murah

Petani apel di Desa Tulungrejo dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan aspirasi kepada AHY terkait minimnya kuota pupuk subsidi untuk petani apel. Kondisi itu membuat para petani kesulitan karena harga pupuk non subsidi sangat mahal dan langkah di pasaran. Padahal, harga apel anjlok sehingga petani terancam merugi.

“Nggak ada (pupuk subisidi). Subsidi untuk petani buah apel dihapus, nggak ada. Sekarang kan kita sama-sama petani,” kata Ahmad Faidi salah seorang petani apel di Bumiaji.

Faidi mengaku karena tidak ada pupuk subisdi, para petani terpaksa membeli pupuk non subsidi yang ada di pasaran. Harganya pun tak tentu, terkadang melonjak hingga Rp 800 ribu perkarung.

Untuk mensiasati mahalnya harga pupuk itu, para petani apel pun mencoba mempergunakan pupuk organik agar biaya perawatan pohon apel bisa ditekan.

“Harga pupuk mahal, tapi harga apel jatuh saat panen raya. Bahkan bisa jatuh sampai Rp 2 ribu perkilogram. Kalau bulan sebelas panen raya harga bahkan sampai Rp 1500 perkilogram. pernah terjadi,” tambah Faidi.

Baca Juga:  Terima 1 Juta Dosis Vaksin PMK dan 250 Ribu Dosis Vaksin LSD, Pj Gubernur Upaya Strategis Kendalikan Penyakit Ternak Di Jatim

Ia berharap agar pemerintah segera memberikan perhatian kepada para petani apel agar ada solusi, supaya kesejahteraan petani apel bisa kembali terangkat seperti sepuluh tahun lalu.

“Untuk saat ini nggak ada. Para petani berjuang sendiri. Harapan kedepan petani diperhatikan mulai dari segi obat, harga pupuk dan biaya produksi. Dipermudah menjual di pasaran, itu yang kami inginkan,” tambah Faidi.

Warga Tulungrejo sudah secara turun temurun menanam apel. Warga biasanya punya lahan antara setengah hingga satu hektar, untuk ditanami buah apel.

“Kalau dulu perawatan apel mudah dan pupuk murah. Begitu saat ini sulit juga, apalagi kalau cuaca sering hujan,” terang Faidi.

Mendengar keluhan itu, AHY mengaku akan memperjuangkan nasib petani lewat para kader demokrat di parlemen, agar harga pupuk kembali normal. Dia mengaku prihatin dan akan terus menyuarakan aspirasi petani, agar nasib mereka diperhatikan pemerintah.

“Permasalahan yang dihadapi betapa jatuhnya harga apel, susah dan mahalnya pupuk yang juga harus kita perjuangkan, jangan sampai petani merugi karena biaya tidak tercover dengan harga jual yang rendah,” kata AHY.

Ia juga mendorong agar destinasi wisata di lereng gunung arjuna itu kembali bergeliat. “Kita bicara bagaimana masyarakat di desa ini bisa terus berdaya, terus status tanahnya diperjelas. Pura yang ada di lereng gunung Arjuna ini juga bisa menjadi destinasi wisata,” pungkas AHY. (pun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.